My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label battlefield. Show all posts
Showing posts with label battlefield. Show all posts

April 23, 2012

Melancholic Ramble

Kurasa aku akan rindu,
Pada hangat genggam tangan kita yang padu

Kurasa aku akan rindu,
Pada peluk lebar yang menggerus pilu

Kurasa aku akan rindu,
Walau hanya sebentar saja kau pergi
Kurasa aku akan sedikit ngilu
Walau hanya sesaat saja tiada kau disini

Kurasa aku akan rindu,
Kurasa aku akan menunggu
Berharap hari cepat berlalu
Melawan semua kelu
Mengusir mimpi buruk semu

(Ya, aku tahu kau bilang kau hanya pergi sebentar saja,
Tapi tetap saja sepi, dan hari tak akan pernah sama)

Kurasa, aku akan rindu
dan meredam kangen menggebu

Untuk nanti merasakan lagi,
Saat dimana jemari terkait bertemu
Saat dimana resah melebur jadi haru
Saat dimana kau dan aku,

Pulang,

Ah, kurasa, aku akan rindu
(Setengah mati.)

February 23, 2012

The regulars (of Irregularity)

Aku sudah terbiasa
Dengan setangkup roti di awal hari
sembari kau menyapa, selamat pagi..

Aku sudah terbiasa
Membagi siangku denganmu
bersendau, berkeluh, dan mendengar suaramu

Aku sudah terbiasa
Dengan rentang pelukmu yang menyambut 
Hangat dimana semua lelahku akan melarut..

Ah, aku sudah terbiasa,
Dengan caramu menarik senyum,
yang selalu menular

Dengan wangimu
yang memenuhi relung

Dengan dekapmu,
Ketika aku tak yakin akan semua
dan kau yang berkata,
"kita akan baik-baik saja"

Aku telah terbiasa,
pada semua tentangmu,
dan sangat terbiasa,
pada hal-hal indah
yang sama sekali bukan 
hal yang biasa-biasa saja.




M, lagi lagi rindu menguasai, hari ini. Aku terlalu terbiasa dengan adamu. Hati-hati di jalan, Cepat pulang dengan selamat ya :)

February 21, 2012

(How it feels to be) on your shoes..

Oh, I'd love to be you,

Terdengar sebuah keluh, 
ketika sepasang sepatu flat ungu
Baru diletakkan di rak sepatu
Setelah dipakai sehari penuh oleh gadis bermata sendu

Mengapa begitu?

Tanya si sepatu ungu
Setelah ia tahu 
Yang berkomentar adalah 
si cantik Stiletto mahal keluaran terbaru 

Aku bosan di rak seharian,
hanya jika pesta aku dikeluarkan
sehabis itupun si gadis selalu mengernyit kesakitan
Ah, apa gunaku jika hanya untuk pajangan?

Ah, miss Stiletto merah menyala
Ternyata ingin berguna dan melanglang buana
Bukan hanya ke sekedar club, resto dan tempat pesta
Ternyata tak hanya ingin jadi cantik saja,
Ia ingin jadi lebih berguna

Cih, tak tahu bersyukur kau!
Sudah bagus kau cantik begitu
Tak perlu sedikitpun kena tanah, lumpur debu
Belum tahu kau, betapa ganas dunia untuk sebuah sepatu
Terpapar kotoran, menahan kerikil dan menapak batu

Suara hardikan terdengar,
dari sepasang sepatu steel toe berkulit kasar
ini dia, si safety boot yang bersuara gahar
Mencemoh (dan diam-diam iri) pada stiletto anggun yang selalu bersih bersinar

Si sepatu flat ungu, yang mulai mengusam
hanya bisa tersenyum masam,
melihat ke bahan suede ungunya yang mulai buram 
(serta sol alasnya yang menipis, ah ia mulai geram)
menangisi kerapuhannya diam-diam

Ah, Andai saja, 
pikir si sepatu flat ungu yang murung
aku sekuat si sepatu steal toe,
dengan semua lapis pelindung
Tak akan lagi aku mengaduh saat tersandung 

January 25, 2012

Pitstop

Stuttered, 
unuttered.
These feeling,
stays unaltered.

And I lose my breath
Thin air got caught up in my chest
I think I've just exhausted myself
And those words, oh those words are deaf..

Rely on promises, no more
These sweet premises taste sore
And when running seems so exhausting,
holding on to a make-believe, is agonizing

It is.
stuttered, 
unuttered.
But,
these feeling,
stays unaltered.

January 16, 2012

Rainy January

I can see clearly now, the rain is gone..

tanyakan pada kelabu pucat awan,
mereka akan bilang,
"keraguan dan ketakutan 
tak akan membuat 
surya terbit menyibak mendung"

tanyakan pada hujan yang membadai
rintiknya niscaya akan berkata,
"keraguan dan ketakutan
tak akan membuat
deras mereda"

tanyakan pada deru angin
yang berpusar kencang
hembusnya akan bercerita
tentang hantu yang ternyata kau buat sendiri
yang bernama takut dan ragu
melahirkan tornado yang memporak porandakan hati,
dan gulana yang membadai tak henti
mega hitam menyelimuti pandangan

I can see all obstacles in my way..

dan percayalah..
Sederas apapun hujan membadai,
percayalah,
matahari tak pernah ingkar janji
menyibak semua ketakutan
dan keraguan yang menggelayut
di pelupuk mata..

Hingga terlihat jelas :
Nyata.
Semua rintangan,
Semua perjuangan,
Semua yang benar benar ada di depan mata.

Gone are the dark clouds that had me blind..

Dan pada akhirnya, sadarlah..
Pada sabar tiap langkah yang terlampaui
Percaya yang terpahat dalam hati,
Kini,
Dan nanti,

It's gonna be a bright, bright, sun shinin' day..

February 14, 2011

Yes, This is private

Kuncup hijau ini sedikit ingin berkata..

Terima kasih

Untuk ibu bumi tempat aku mengakar tegak,
yang tanpa syarat menutrisi dengan bijak bestari
Untuk Matahari yang menghangatkan, kadang terik memanggang hati
Untuk tirta yang tak henti meneduhkan jiwa
Untuk udara dan semua disekelilingnya
yang mengajariku tentang warna 
semua torehan cat pada dua sisi mata uang hidup :

Merah pada darah yang mengalir dan semua kesakitannya
Merah pada hati yang mencinta dan mendamba
Hijau pada semua iri dan kesengitannya
Hijau pada damai sejuk yang dibawanya
Kuning pada semua yang tak bisa jumawa
Kuning pada secercah asa diantara ragu jiwa
Biru pada semua sedih yang menjadi haru
Biru pada tenang saat bahagia adalah menerima
Hitam pada semua dosa yang mengelam
Hitam pada anggun kuat yang ditempa masa
Putih pada sepi sendiri yang kosong melompong
Putih pada tulus niatan yang diam takterkatakan

Karena saya akhirnya tahu : Pelangi ada karena banyak warna bermakna berbeda

Untuk semua kawan dan lawan yang membuat saya maju perlahan,
Untuk semua luka yang kesakitan yang mengajarkan saya bertahan,
Untuk semua cinta tanpa syarat dan kasih sayang yang membakar nurani hingga sanggup terbang,
Untuk semua energi semesta yang hadir dan membimbing langkah,

Terima kasih. 
Saya bertumbuh 
dan terus bertumbuh.

Gusti Allah yang Maha Kasih,
Terimakasih untuk semua fragmen dalam hidup
Terimakasih untuk semua malaikat yang Kau kirimkan untuk menjaga
Terimakasih untuk mereka yang pernah menjejak
Terimakasih untuk semua pelajarannya, baik itu tawa bahagia maupun pedih luka..
Daun kuncup hijau ini kini mulai menegak berdiri...



Terimakasih tak terkira untuk keluarga, kawan, dan tentunya kamu, M. You all mean the world to me :)

February 7, 2011

Patience, Said M..


Pelan pelan merenda,
katamu, kecupmu
ini seakan sarang laba laba
tiap incinya harus sempurna
direkat dengan cinta
simetris, seperti asa mensejajari doa

Pelan pelan mendendang,
katamu, kecupmu
ini seakan satu prelude orkestra
tiap nada harus diciptakan dengan pikir, bukan cuma rasa
tiap tarikan nafas seniscaya hidup
utuh pada harmoni, seperti semua yang saling melengkapi

pelan pelan melangkah
katamu, kecupmu
ini hanya satu lagi hari yang akan cepat terlewati..

kecupkata..
tiap aksaranya adalah janji yang melumasi osilasi denyutku
ah pada hangatnya!

Sst, tunggu dan lihat saja
Katamu,
Kecupmu



M, terimakasih...

January 26, 2011

Selamat Pagi, M

Jika sedikit saja mau mencari..
dan meresapi pagi
disela sela embun dan mendungnya
kau lihat sesosok peri kecil tersenyum
merajut titik titik cahaya yang menelusupi relung
bernyanyi disela sela kicau burung
dan membingkai sempurna pada satu adegan:
aku yang bergegas mengejar matahari
dan kau yang tergopoh berarak bersama awan awan


Jika saja sedikit mau jadi sunyi
pada hening pagi 
di jeda antar baitnya yang sibuk ramai manusia 
kau temukan sesosok malaikat melihat
mengamati tiap detik sepi melankoli
saat kau kecup pipi, pelan
dan berkata, 'hati hati di jalan..."

Karena pagi adalah detak hidup yang menggeliat bangun pada sejuta cercah cinta dan harapan..
Karena pagi adalah dimana sekali lagi kita mulai berjuang

Maka,
Selamat pagi, sayang..

November 22, 2010

Wing-less

Terimakasih,
untuk mengingatkanku,

aku tak butuh sayap untuk terbang
jika sayap inipun tak tumbuh lagi,
akan kukumpulkan sisa bulu berserakah
merekatnya pelan pelan dengan iman
dan pelan pelan belajar terbang
(seperti ikarus yang menantang matahari?)

oh,
aku akan menggambar kerangka
menjelujuri dan membuat sayapku sendiri
mengumpulkan kayu dan benang
membangunnya dengan keringat dan darah
(seperti yang kulakukan selama ini?)

terimakasih,
untuk menamparku tepat di ulu jiwa
karena aku jadi terbangun lagi 
dan ingat mengapa aku disini.

untuk diri.
untuk mimpi


No they can't bring me down, no.. Nobody's gonna silence my fire to fly. No they just can't..Include YOU

September 15, 2010

Surrender

Sssh..

Biar kudekap erat,
mimpi buruk menjauhlah!
biar kuhangatkan sela relung yang mendingin,
sedikit sentuh lembut ditengah hujan mendera

Seperti malam malam saat sayup kudengar kau yang melantunkan kalam Nya
Karena kita hanya bisa berdo'a, bukan..

Ia yang Maha Baik..
Ia yang tak pernah sedetikpun tak mendengar bisik hati terpelan..
Ia yang rencana-Nya pasti dan akan menjadi..

biar aku ngelangut sendiri,
biar aku menguatkan diri..

karena bukan inginku..
bukan inginmu..
tapi ingin Nya lah,
yang akan mengejawantah..



Karena untuk apapun itu yang terjadi, kita harus kuat, katamu...

September 6, 2010

me chicken

Kadang terlalu bising desing ditelinga dan mimpimimpi buruk bersliweran, sejuta tanya sejuta ragu sejuta curiga sejuta sedih sedjuta andai ah tak berguna!Sudah sudah, pasti kau akan berkata tak ada yang perlu dikhawatirkan kini, karena kita sedang berjuang berjalan menapaki hari. Jadi pikirkan yang indah saja, katamu pasti begitu, karena nyata sebenarnya adalah apa yang kita percaya, bukan? ah saat sejuta tanya membentuk awan yang menghalangi pancaran mataharimu entah kenapa aku mengabu. Tolong..aku ingin dipeluk lagi, diyakinkan berkalikali bahwa kau tak akan pergi, tidak seperti semua yang terdahulu. Diyakinkan bahwa apa yang kita punya tak akan mati, tidak seperti semua rasa yang dulu pergi. Ah aku takut atau aku pengecut? Aku hanya ingin menjaga akhir kita bahagia, tak apa apa, pasti katamu. Ah sore ini aku jadi sendu cengeng sendiri, persetan itu melankoli, aku meruntuki. Hanya ingin dipeluk, erat sekali... Karena aku tetap tahu kamu: belahan hati yang tak pernah sedetikpun berpikir untuk pergi.

August 16, 2010

whilst I go on...

..Dan saat aku inginkan ini untuk jadi cerita peri,

maafkan aku untuk tibatiba gerimis pada melankoli
karena di denting sayap harap, kita tersadar dibelakang ada luka
ia menganga menunggu menikam senja...

ah andai saja kau tahu,
tiap malam kuterbangkan satu gugus bangau kertas dan doa
agar semua jiwa yang tersakiti kembali bersemi
dan waktu jadi ramah lagi pada kita, tak merisau ia
dan gurat pekat sakit tertutupi bahagia, nantinya
semoga tertemukan, belahan jiwa..

aku merapal tak henti,
aku mengharap tak henti
aku hujan tak henti..

hanya ingin ia melihat,
lembarnya juga cerita peri
dan diujung sana, ada pelangi..



*siang ini, entah mengapa, ceritaluka membuatku tertegun diam.

November 1, 2009

..Hiatus..


..Maaf..
..Saya akan hiatus dari blog ini untuk sementara...


My battlefield
And the aging world..

Sampai di titik dimana tak tahu lagi siapa yang harus dipercaya
[kecuali nurani yang sudah lama tak saya dengarkan - yang dulu ditulikan]

Kali ini, biar energi hanya dipakai untuk menambal sayap yang tinggal satu
tak sepasang, karena satu hilang dicabik tangan gelap masa yang melebam biru
Kali ini, kataata menghilang ditengah rapuh -
membunuh gadis kecil, nona pelangi, kstaria, naga, para dewi, vampir malam hari, putri cahaya bahkan matahari dan rembulan serta cakrawala dan angin, dan semua tokoh buku dongeng..
membakarnya satusatu, lamat lamat , dan menghidu asapnya!
Bukan saya tak percaya pada puisi
tapi habis semua daya untuk semua bahagia yang maya
ketika nyata adalah roda jeruji, darah, keringat dan luka
ada yang teramat pantas diperjuangkan!
saya : kembali ke dunia nyata.

Entah dimana tempat saya. Hutan hujan atau pantai tak berujung. Atau cakrawala senja. Atau langit luas tak bertepi. Tapi dengan satu sayap, kali ini saya terbang. tertatih. mengerahkan semua energi dan daya. memburu bayangan diri di cermin semesta hingga ke tempat inti bintang lahir. berjuang untuk terbang hingga takdir diputuskan oleh Sang Maha. Karena saya harus bernafas. hidup. mencinta. mencipta. berkelana.

..Ada dunia yang saya harus berjuang disana..Ada yang berjuang dan memperjuangkan. Ksatria dunia nyata dimana darah adalah darah. Bukan rayuan kata atau rima..bukan dilemahkan oleh puisi tak bermakna untuk sementara. lagipula kata jadi kosong dan rima melompong. Saya, ingin mewujudkan kata, diluar sana...Dimana battlefield adalah sesuatu yang nyata!



So long... 'til I find (again) the meaning of words..:)

October 13, 2009

Angel



I've run out of answers


Mengapa? Pertanyaan yang tak terjawab. Atau mungkin hanya menyisakan isak tangis dan lara di ujung lidah, untuk tahu bahwa kebahagiaan di depan mata tak terepih sama sekali. Mengapa harus? Mengapa ada? Dan sejuta mengapa yang kita jawab dengan saling bersandar, merasakan cinta yang membungkus udara, dan amnesia sejenak melupakannyata dimana kita harus bangun dan berhenti berfantasi.

I've run out of time

Jam hidup berdetak. Seperti menghitung mundur menanti hukuman mati. Ah, aku butuh jawaban, Tuhan... Ternyata lelah bisa merajam dan sakit bisa memercik.. Ternyata bahagia bisa menjadi langit semesta dan cinta bisa mengobati dunia.. Tapi waktuku hampir habis. Beri aku jawaban, Tuhan.. Atau ini cuma salah satu lelucon agung-Mu? mempertemukan refleksi dalam satu kaca takdir tapi lalu merenggutnya?

I'm so confused that I'm losing my mind

Bimbang. Tuhan, tolong... Kebahagiaan dan damai adiktif ini, adakah semu? Atau mungkin aku tahu ia semu tapi tetap dengan bodohnya menjalani? Atau mungkin suratan memang bukan untuk dipertanyakan?

It's gonna take a miracle to help me this time

Perlu lebih dari sekedar keajaiban, Tuhan.. Ataukah aku masih bisa percaya mimpi dan bahagia masih layak diperjuangkan? bahwa aku berharga? Atau semua ini lagi lagi hanya caraMu bekerja, yang tak akan pernah aku mengerti? Atau mungkin kini kau sedang mempersiapkan satu lagi keajaibanMu? Ataukah keajaibanMu terkadang berbentuk kesakitan?

I'm traveling a road that has not one sign

Tak ada tanda baca. pertanda atau firasat. Karena aku terlalu takut mendengarkan, Tuhan..Aku terlalu takut menjelang saat dimana bulir detik waktu berharga yang kupinjam sebentar ini akan berhenti dan berganti suram pedih tak bertepi... Ah, beri aku satu pertanda, Tuhan...

I'm carrying a load that's too heavy for me

Aku tak akan mengeluh untuk luka. Aku tak akan mengeluh untuk kesakitan.Aku tahu selama ini aku cukup kuat, Tuhan.. Beban ini masih bisa kubawa. Tapi mengapa sesak ini melemahkan diri? Mengapa sayatan nyata tentangnya bisa menyakitkan diri separah ini? Ah, kuatkan aku, Tuhan..

I've nowhere to go, so I'm down on my knees...

Kali ini Tuhan, aku berdoa...
untuk satu mimpi dan harap yang mungkin tak boleh kupunya..
untuk beban dan luka yang tak keberatan ku tanggung..
tapi kali ini Tuhan, aku mau berdoa untuk satu saja...
Aku ingin bahagia.

Help me..

Tuhan, Kau disana?

Have mercy for me,
this my cry, this is my plead

Tolong, kali ini saja...Tuhan...Selamatkan aku...

I need an angel, I'm callin' an angel
Send me an angel down
Send it all down

Mengapa aku bisa jatuh cinta dengan seorang malaikat yang kau kirim untuk meyelamatkanku? Seorang yang kau pertemukan denganku di depan cermin takdir saat kami berkaca ke beningnya nurani satu sama lain dan menemukan keabadian disana? Seorang malaikat berwujud manusia yang sedetik lagi akan mengabur merapuh melebur ke sebuah peluk sinar yang akan memilikinya selamanya? Katakan, mengapa?

something inside of me, tellin' me the morning will come
sometimes it's hard to face the truth so we run

Apa aku berlari dan takut? Aku harap aku bisa, berlari hingga tersesak, menghindari sakit yang membelenggu dan menindik hati tiap kali efek pil amnesiaku habis dan aku tersadar pada nyata. Aku berharap aku punya sejuta galon anastesi untuk menenangkan diri. Aku harap aku bisa membenci. Aku harap aku bisa membohongi diri. Tapi dia adalah kebenaran untukku. Telaga jernih tempat teduhku. Pagi tempat jiwaku rebah. Belahan jiwa satu satunya...

God if you care at all please don't let me fall by the wayside

Aku ingin bahagia. Satu keinginan egois, aku tahu, Tuhan.. Tapi labirin ini mulai memusingkan dan gelap mulai mencengkeram hati dengan kuku kuku hitamnya, mengaburkan semua pengorbanan dan ikhlasku , menggantinya dengan rasa ingin memiliki, yang nantinya mungkin menyakiti.. Atau mungkin malah aku membohongi diri sendiri dengan berkata bahwa tak apa ia pergi? Tuhan, aku tak mau hancur lagi...

Please be my guide , would you light my path

Tolong...
Ataukah ini caraMu mempersiapkan keajaiban?
Ataukah diujung semua kelu pedih gelap niskala ini kau mempersiapkan cahaya?


Take me,

Rengkuh aku,

shape me,

Bentuk dan kuatkan aku
Kuatkan hatiku

mold me ,

Jadikan aku hati yang memberi
Jadikan aku legawa dan bisa menerima
Jadikan aku : mencinta sepenuhnya,
tanpa menuntut se atom pun balasan
tanpa merandang
tanpa menginginkan,

change me,

Ubah semua menjadi kepasarahan bernama cinta, Tuhan..

teach me,

Ajari aku memberi. Menikmati hari. mencinta tanpa bertanya, apalagi merajuk menuntut semu meyakiti dan membebani...

Ajari aku menerima keajaibanMu

fill me,

Penuhi aku. Dengan cahaya malaikat yang kau kirim untuk meyelamatkanku. Penuhi aku dengan semesta agar bisa menerima cahaya itu adalah takdirMu dan hadiahMu : Kau bisa mengambilnya kapanpun dengan caraMu. Bahkan dengan waktu. Walau mungkin separuhku akan lebur hancur saat ia harus dimiliki

Tuhan, Tolong..
Kali ini saja...
Aku berdoa :
Aku ingin bahagia.

Selamatkan aku..

save me


...





*Inspired by : I need an angel - Ruben Studdard

September 29, 2009

(masih) After the rain..

Take off your coat...
Put off your umbrella, little Lady...
Move on,
Put on a smile, little Lady

Storm's over, Rain's over...
There might be no rainbow,
but a clear sky in your soul..

Erase the tears,
Forget the fears,
It's all said and done, little Lady..

Smile, little Lady,
See the horizon and smile...

After the rain..

Nona kecil mendongak memandang langit
Badai pergi, dibawa tiupan bayu, basah hujan berlalu
dan dia mencari pelangi : menuntut janji tentang warna , dan bahagia
yang harusnya datang setelah hantaman badai meraja

Tapi ini malam hari, nona...
Tak ada matahari, apalagi pelangi
cuma lamat lembut sapu bayu, lintang terang dan bulan di langit cerah : indah bukan?
meski bukan bianglala yang selalu terbawa mimpi
cukup cakrawala tenang dan selimut lembut cahaya chandra
cukup remang temaram dan hey! lihat ada satu kerlip mengedip!

[percayalah nona kecil, ini damai tak terdefinisi - tak peduli seberapa kelam hari]


Silently Sit...

Duduk diam saja ya...
Karena kau bukan sang dewi
yang dielu-elukan dan diperjuangkan
hingga titi8k lelah penghabisan

jadi akankah kau duduk diam, saja?
melihat ksatria ksatria bersliweran mencari putri untuk diselamatkan?
atau para maharani dari kerajaan bersulam awan
melihat ksatria menghunus pedang menebas naga,
[tak pernah demimu...]

Diam saja!
bermimpi itu melelahkan
bangun dan meregang nyata jadi menyakitkan
hey, jangan mencintai!
kali ini dengarkan nurani : duduk manis, diam..
jangan biarkan airmata terajam..

Hey, bagaimana lagi agar kau mendengarkan?
setelah tamparan..
pelukan...
cacian...
penyerahan...

ini pertanda, gadis kecil..
tak ada yang bisa kuat meregang untuk seorang keras kepala
tak ada yang bertahan terbang disambing hembus sayap niskala
[yang kini pun ku tak yakin kau masih punya]

Jadi kali ini, jangan nakal!
jangan mencinta!
jangan percaya!
jangan terbaca!

Lelah, kan?

Duduk diam, saja...




September 22, 2009

[Mati Suri]

Kali ini si gadis kecil kehilangan daya untuk menulis.

Ia sudah membunuh bintang yang kerlipnya menginspirasi.
Ia sudah memadamkan lentera yang meneranginya merangkai kata
Ia sudah mematahkan penanya, dan membuang tinta aksara.

Kali ini si gadis kecil ingin istirahat saja.

Mencari bintang baru..
Atau mungkin bila bintang terlalu tinggi dan menyilaukan,
kali ini selintas kunangkunang di pelupuk genggam tangan sudah cukup

Menyalakan lentera baru..
Atau mungkin bila terlalu penat untuk sekedar menyalakan lentera,
kali ini sebentuk kecil lilin bisa memadu pelita dan jadi hangat jiwa

Mencari pena baru,
Mengisinya dengan tinta
yang mungkin bukan lagi warna pelangi,
tapi cukup bening hujan dan kelam malam...

Gadis kecil, undur diri sebentar saja....

August 6, 2009

...it feels to be angry

I wish I knew how...

...Dari semua sendu dan penat yang lamatlamat mengganggu,
ingin teriak terisak tumpahkan semua sesak kemukamu!
karena jadi lembam semua gerak dan geram jadi takteredam...

Terinjak hati, mengapa kau takpernah hatihati?
Berdarah,
seperti satu manis yang terjarah..
Terantuk,
seperti amarah yang dikutuk..

Tapi takpernah bisa
takpernah tahu..

ah, takkan pernah kaulihat badaiku di langit kita...


I just wish I knew how...

March 28, 2009

I dont know what I can save you from....

Persetan dengan bintang biru!

Apa jika ujung ujungnya terlalu tajam dan menghunus belati ke tiap detak nadimu? ah kau yang membuat dirimu nangis sendiri, ah kau yang dengan bodohnya tenggelam pada sunyi.. berharap suatu hari semua luka tertutup bila terus tergarami. Sudah biar saja tersenguk tersayat tersesak sendiri toh katanya kau pantas dirajam ah takkah rasa kau masih berjiwa! Apa semua pahit bila redup tak terjamah dan makna jadi tak ada, tak usah saja sekalian pada keabadian terukir nama galaksi! Persetan dengan semua mitos dongeng happy ending, bagaimana bisa kesana jika jiwa tertatih luka?



Maaf...
Tapi persetan dengan bintang biru.

Atau pantulan bulan. Atau reaksi fusi mentari. Atau ledakan supernova. Atau membekunya energi. Persetan dengan semua rima manis dan kisah yang malah tragis. Persetan dengan keakuan, keengkauan dan kekitaan. Kau mulai tak percaya nadi ini ada untuk menghantar detak osilasi nyawa dan bukannya untuk didera. Ah bahkan kau tak tahu dari apa kau meyelamatkannya. Atau cuma menyemat lagi satu tanda mata? Maaf untuk memaki, hasrat ini redup. Sekhayal bintang biru sialan yang berputar diorbit semesta dan menandaknandak meminta jatah jadi jumawa, ah ia memang pusat semesta jadi mau apa?


Katamu,
Mau kamu, bintang biru..



Persetan dengan segala mau dan mimpi - toh nantinya cuma atom labil belaka saja, atau lebih buruk, dikira dusta?!?!?! Jadi sebaiknya diam saja, segel itu esensi kata dan tak usah bicara. Oh, lebih baik lagi, mengapa tidak membekap mata seperti gandhari, dan oh akhirnya melahirkan ribuan raksasa? Ah itu benci yang menggeliat atau rasa percaya gelap yang terkikis semua sebab chaotic entah apa. Jaid jangan lagi bilang mau bintang biru! Persetan semua itu!




Tetap saja....
Kau kata:
Mau bintang biru...




[sementara ia. bintang biru.tak ternyana]


*karakter bintang biru adalah copyright dari dicky.