January 25, 2012

Pitstop

Stuttered, 
unuttered.
These feeling,
stays unaltered.

And I lose my breath
Thin air got caught up in my chest
I think I've just exhausted myself
And those words, oh those words are deaf..

Rely on promises, no more
These sweet premises taste sore
And when running seems so exhausting,
holding on to a make-believe, is agonizing

It is.
stuttered, 
unuttered.
But,
these feeling,
stays unaltered.

January 19, 2012

Saat Melarung Lara

...Dan kuharap pada hari itu, pada pagi itu, akan dapat kusampaikan ini padamu.

Pada semburat pagi, manusia dibuat lupa pada mimpinya semalam. Terbangun dan mulai berjudi dengan nasib. Bermain pada aturan, menimbang untung rugi dan petak umpet dengan perasaan sendiri.

Pada semburat pagi, manusia terbangun dari selimut nyaman dan segenap lara lama dan hantu masa lalu mulai menyergap. Terwaspada dan menjalani hari dengan hati yang diam-diam tak percaya demi menghindari luka.

Pada semburat pagi, manusia terburu-buru pergi. Mengadu untung rugi dengan hari, sampai lelah dan kadang lupa jalan pulang. Mengutuki rutinitas dan semua ketidaksempurnaan, dan mengais-ngais alasan, mecari suluh lentera di ujung gelap terowongan.

Pada semburat pagi, hari ini

Aku berhadapan denganmu.

Seseorang yang membuatku hidup, melupakan semua intrik aturan, untung-rugi permainan
Seseorang yang membuatku seketika tahu bahwa ia adalah keping puzzle yang diciptakan untuk melengkapi
Seseorang yang membuatku mendengarkan hati dan jujur pada perasaan sendiri
Seseorang yang membuatku kembali percaya, bahwa aku pantas bahagia

Seseorang yang tak sempurna, sama sepertiku,

Seseorang yang membuatku berkata "Ya" tanpa sedikitpun bimbang dan gamang.

Pagi ini, aku tahu, tanpa meragu.

Kau menunjukkanku jalang pulang, ke hatimu.

Pagi ini, saatku melarung semua lara
dan menerima uluran tanganmu,
untuk bersama.

January 16, 2012

Rainy January

I can see clearly now, the rain is gone..

tanyakan pada kelabu pucat awan,
mereka akan bilang,
"keraguan dan ketakutan 
tak akan membuat 
surya terbit menyibak mendung"

tanyakan pada hujan yang membadai
rintiknya niscaya akan berkata,
"keraguan dan ketakutan
tak akan membuat
deras mereda"

tanyakan pada deru angin
yang berpusar kencang
hembusnya akan bercerita
tentang hantu yang ternyata kau buat sendiri
yang bernama takut dan ragu
melahirkan tornado yang memporak porandakan hati,
dan gulana yang membadai tak henti
mega hitam menyelimuti pandangan

I can see all obstacles in my way..

dan percayalah..
Sederas apapun hujan membadai,
percayalah,
matahari tak pernah ingkar janji
menyibak semua ketakutan
dan keraguan yang menggelayut
di pelupuk mata..

Hingga terlihat jelas :
Nyata.
Semua rintangan,
Semua perjuangan,
Semua yang benar benar ada di depan mata.

Gone are the dark clouds that had me blind..

Dan pada akhirnya, sadarlah..
Pada sabar tiap langkah yang terlampaui
Percaya yang terpahat dalam hati,
Kini,
Dan nanti,

It's gonna be a bright, bright, sun shinin' day..

December 28, 2011

Carry on!

Satu, Dua..
Sejenak, pejamkan mata
Tiga , Empat..
Ada hangat peluk yang mengerat
Lima, Enam..
Dan perlahan, kau jalinkan genggam
Tujuh, Delapan..
Membisikkan padaku sejumput nada masa depan
Sembilan..
Sambil berdoa, sekali lagi di pucuk waktu kugantungkan harapan
Sepuluh..
Tahu aku sedari awal hitungan 'satu', hatimu adalah tempat kulabuhkan sauh..


Menunggu kini. Bukan berhitung mundur, karena tak pernah sekalipun kita melangkah mundur. Tapi berhitung maju, menapaki anak tangga satu persatu, mempelajari tiap hikmah dan makna pada tiap langkah maju. 

Dan aku lagi-lagi tersadar: Waktu mengajari dan mempersiapkan kita untuk nanti, untuk saat dimana tiba kita di satu perhentian tempat mengaitkan janji. Ia mengajari kita untuk bersabar, dan tidak pernah berhenti menyalakan suluh harap sambil berjuang. Pelan pelan saja melangkah, hati-hati dengan hati, katamu. Karena semua yang diracik perlahan dengan penuh ketelatenan, pada akhirnya akan lebih bermakna daripada semua yang sekedar instan. 

Dan kini seiring derap ke depan, menanti satu momen kecil yang mungkin bagi dunia tak berarti, tapi bagiku menimbulkan sejuta kupu-kupu yang berterbangan di perutku.

December 19, 2011

Escapade no.2

Dan dalam balutan cahaya,
kita berdansa

Merepih satu satu spektrum yang terbiaskan 
dari kerlip lampu warna warni yang tak pernah terpejam.
Membisikkan gelak tawa yang tersimpan
dalam buncah rasa yang berkelindan

Ah, hilang semua penat
dan beban beban sejenak terlupakan
Ah, kepala yang penuh
sejenak terkosongkan
hanya ada kita. saat ini.

Waktu
Yang melesat cepat
tak ingin terlewatkan, sedetikpun. 
Tangan yang terpaut erat
tak ingin terpisahkan, sedetikpun.

Hanya ada kita, saat ini.
Terbungkus bahagia yang menjura
Terimbas dalam ritme suara
semua memori, semua kenangan

Kupegang tanganmu,
kukecup pelan

dan kita melaju,

dalam balutan cahaya
kita berdansa

November 25, 2011

The two cents

Thoughts, thoughts, ticking thoughts

Flying thoughts,
Flashing thoughts...

..of hopes,of dreams, everlasting dreams
..of living reality and anything in between

At the beginning, these shapeless thoughts
just like smoke , transparent and soft
vanishing into the air, oh they are not!
But diffuse and gather , into oh clouds of thoughts

When you thought that these clouds
would just wind away, left you untouched
nah nah, no they wouldn't.
They hide and lurk, and suddenly, POP!

Hidden thoughts,
Unveiled thoughts..
Of the taste of all the chocolate in the box
Of the forbidden and what's-not..

Wandering through
scatter and gather, everything's old and new
As if these thoughts are independents
they crawls and dig holes to your head, just like rodents
Ah thoughts,

Hold still...
The monster in me, if you will
memories, hope, fears and everything that kills
then reminds me, of what is real

Ticking thoughts,
tickling thoughts

Revolving with time
erasing,creating
dissecting, 
rejecting, accepting
Ah thoughts - what a romantic fool I am
To somehow claim that you're all mine

November 22, 2011

Rethorical

Katakan,ngilu
apakah kau sungguh bercokol di
hatiku?

atau sekedar bayang bayang hantu
yang kuciptakan sediri saat ragu?

Katakan,rindu
apakah aku bisa percaya padamu

untuk menusuk semua takhayul
yang kukarang sendiri- tepat di ulu
lalu hilang semua takutku

Katakan, biru
karena enggan aku selalu sendu
sementara ia tak berhenti sabar
menunggu

ah atau mungkin aku
yang terlalu ngelangut tapi lupa pada harap yang dirumut.

Jadi kali ini,
rindu,bantu aku
mengusir biru sendu
dan ngilu kelu.

Blackout

Tadi malam
Lampu gas dan neon warna warni meranggas

memburai memuntahkan cahya
hingga berguguran jadi buram

"akhirnya mereka meninggalkan malam pada yang empunya", kata rembulan pada kerlip bintang.

dan mungkin sekali lagi,anak anak kecil itu akan berlarian mencari kunang kunang yang tak malu lagi sembunyi, atau itu redup lamat cahaya yang menari di lampu teplok tua? setua redup api lilin yang kali ini bisa bercumbu lama dengan si sumbu. Dan sebuah tembang lama mengalun dari mulutnya:

Yo prokonco dolanan neng njobo..
Padang mbulan, padange koyo rino

Rembulane e.. siang ngawe-awe
Ngilingke ojo podho turu sore..