...archive tulisan lama dan baru yang (dulu) terperangkap di balon warna warni imaji...

November 1, 2009

..Hiatus..


..Maaf..
..Saya akan hiatus dari blog ini untuk sementara...


My battlefield
And the aging world..

Sampai di titik dimana tak tahu lagi siapa yang harus dipercaya
[kecuali nurani yang sudah lama tak saya dengarkan - yang dulu ditulikan]

Kali ini, biar energi hanya dipakai untuk menambal sayap yang tinggal satu
tak sepasang, karena satu hilang dicabik tangan gelap masa yang melebam biru
Kali ini, kataata menghilang ditengah rapuh -
membunuh gadis kecil, nona pelangi, kstaria, naga, para dewi, vampir malam hari, putri cahaya bahkan matahari dan rembulan serta cakrawala dan angin, dan semua tokoh buku dongeng..
membakarnya satusatu, lamat lamat , dan menghidu asapnya!
Bukan saya tak percaya pada puisi
tapi habis semua daya untuk semua bahagia yang maya
ketika nyata adalah roda jeruji, darah, keringat dan luka
ada yang teramat pantas diperjuangkan!
saya : kembali ke dunia nyata.

Entah dimana tempat saya. Hutan hujan atau pantai tak berujung. Atau cakrawala senja. Atau langit luas tak bertepi. Tapi dengan satu sayap, kali ini saya terbang. tertatih. mengerahkan semua energi dan daya. memburu bayangan diri di cermin semesta hingga ke tempat inti bintang lahir. berjuang untuk terbang hingga takdir diputuskan oleh Sang Maha. Karena saya harus bernafas. hidup. mencinta. mencipta. berkelana.

..Ada dunia yang saya harus berjuang disana..Ada yang berjuang dan memperjuangkan. Ksatria dunia nyata dimana darah adalah darah. Bukan rayuan kata atau rima..bukan dilemahkan oleh puisi tak bermakna untuk sementara. lagipula kata jadi kosong dan rima melompong. Saya, ingin mewujudkan kata, diluar sana...Dimana battlefield adalah sesuatu yang nyata!



So long... 'til I find (again) the meaning of words..:)

October 13, 2009

Angel



I've run out of answers


Mengapa? Pertanyaan yang tak terjawab. Atau mungkin hanya menyisakan isak tangis dan lara di ujung lidah, untuk tahu bahwa kebahagiaan di depan mata tak terepih sama sekali. Mengapa harus? Mengapa ada? Dan sejuta mengapa yang kita jawab dengan saling bersandar, merasakan cinta yang membungkus udara, dan amnesia sejenak melupakannyata dimana kita harus bangun dan berhenti berfantasi.

I've run out of time

Jam hidup berdetak. Seperti menghitung mundur menanti hukuman mati. Ah, aku butuh jawaban, Tuhan... Ternyata lelah bisa merajam dan sakit bisa memercik.. Ternyata bahagia bisa menjadi langit semesta dan cinta bisa mengobati dunia.. Tapi waktuku hampir habis. Beri aku jawaban, Tuhan.. Atau ini cuma salah satu lelucon agung-Mu? mempertemukan refleksi dalam satu kaca takdir tapi lalu merenggutnya?

I'm so confused that I'm losing my mind

Bimbang. Tuhan, tolong... Kebahagiaan dan damai adiktif ini, adakah semu? Atau mungkin aku tahu ia semu tapi tetap dengan bodohnya menjalani? Atau mungkin suratan memang bukan untuk dipertanyakan?

It's gonna take a miracle to help me this time

Perlu lebih dari sekedar keajaiban, Tuhan.. Ataukah aku masih bisa percaya mimpi dan bahagia masih layak diperjuangkan? bahwa aku berharga? Atau semua ini lagi lagi hanya caraMu bekerja, yang tak akan pernah aku mengerti? Atau mungkin kini kau sedang mempersiapkan satu lagi keajaibanMu? Ataukah keajaibanMu terkadang berbentuk kesakitan?

I'm traveling a road that has not one sign

Tak ada tanda baca. pertanda atau firasat. Karena aku terlalu takut mendengarkan, Tuhan..Aku terlalu takut menjelang saat dimana bulir detik waktu berharga yang kupinjam sebentar ini akan berhenti dan berganti suram pedih tak bertepi... Ah, beri aku satu pertanda, Tuhan...

I'm carrying a load that's too heavy for me

Aku tak akan mengeluh untuk luka. Aku tak akan mengeluh untuk kesakitan.Aku tahu selama ini aku cukup kuat, Tuhan.. Beban ini masih bisa kubawa. Tapi mengapa sesak ini melemahkan diri? Mengapa sayatan nyata tentangnya bisa menyakitkan diri separah ini? Ah, kuatkan aku, Tuhan..

I've nowhere to go, so I'm down on my knees...

Kali ini Tuhan, aku berdoa...
untuk satu mimpi dan harap yang mungkin tak boleh kupunya..
untuk beban dan luka yang tak keberatan ku tanggung..
tapi kali ini Tuhan, aku mau berdoa untuk satu saja...
Aku ingin bahagia.

Help me..

Tuhan, Kau disana?

Have mercy for me,
this my cry, this is my plead

Tolong, kali ini saja...Tuhan...Selamatkan aku...

I need an angel, I'm callin' an angel
Send me an angel down
Send it all down

Mengapa aku bisa jatuh cinta dengan seorang malaikat yang kau kirim untuk meyelamatkanku? Seorang yang kau pertemukan denganku di depan cermin takdir saat kami berkaca ke beningnya nurani satu sama lain dan menemukan keabadian disana? Seorang malaikat berwujud manusia yang sedetik lagi akan mengabur merapuh melebur ke sebuah peluk sinar yang akan memilikinya selamanya? Katakan, mengapa?

something inside of me, tellin' me the morning will come
sometimes it's hard to face the truth so we run

Apa aku berlari dan takut? Aku harap aku bisa, berlari hingga tersesak, menghindari sakit yang membelenggu dan menindik hati tiap kali efek pil amnesiaku habis dan aku tersadar pada nyata. Aku berharap aku punya sejuta galon anastesi untuk menenangkan diri. Aku harap aku bisa membenci. Aku harap aku bisa membohongi diri. Tapi dia adalah kebenaran untukku. Telaga jernih tempat teduhku. Pagi tempat jiwaku rebah. Belahan jiwa satu satunya...

God if you care at all please don't let me fall by the wayside

Aku ingin bahagia. Satu keinginan egois, aku tahu, Tuhan.. Tapi labirin ini mulai memusingkan dan gelap mulai mencengkeram hati dengan kuku kuku hitamnya, mengaburkan semua pengorbanan dan ikhlasku , menggantinya dengan rasa ingin memiliki, yang nantinya mungkin menyakiti.. Atau mungkin malah aku membohongi diri sendiri dengan berkata bahwa tak apa ia pergi? Tuhan, aku tak mau hancur lagi...

Please be my guide , would you light my path

Tolong...
Ataukah ini caraMu mempersiapkan keajaiban?
Ataukah diujung semua kelu pedih gelap niskala ini kau mempersiapkan cahaya?


Take me,

Rengkuh aku,

shape me,

Bentuk dan kuatkan aku
Kuatkan hatiku

mold me ,

Jadikan aku hati yang memberi
Jadikan aku legawa dan bisa menerima
Jadikan aku : mencinta sepenuhnya,
tanpa menuntut se atom pun balasan
tanpa merandang
tanpa menginginkan,

change me,

Ubah semua menjadi kepasarahan bernama cinta, Tuhan..

teach me,

Ajari aku memberi. Menikmati hari. mencinta tanpa bertanya, apalagi merajuk menuntut semu meyakiti dan membebani...

Ajari aku menerima keajaibanMu

fill me,

Penuhi aku. Dengan cahaya malaikat yang kau kirim untuk meyelamatkanku. Penuhi aku dengan semesta agar bisa menerima cahaya itu adalah takdirMu dan hadiahMu : Kau bisa mengambilnya kapanpun dengan caraMu. Bahkan dengan waktu. Walau mungkin separuhku akan lebur hancur saat ia harus dimiliki

Tuhan, Tolong..
Kali ini saja...
Aku berdoa :
Aku ingin bahagia.

Selamatkan aku..

save me


...





*Inspired by : I need an angel - Ruben Studdard

September 29, 2009

(masih) After the rain..

Take off your coat...
Put off your umbrella, little Lady...
Move on,
Put on a smile, little Lady

Storm's over, Rain's over...
There might be no rainbow,
but a clear sky in your soul..

Erase the tears,
Forget the fears,
It's all said and done, little Lady..

Smile, little Lady,
See the horizon and smile...

After the rain..

Nona kecil mendongak memandang langit
Badai pergi, dibawa tiupan bayu, basah hujan berlalu
dan dia mencari pelangi : menuntut janji tentang warna , dan bahagia
yang harusnya datang setelah hantaman badai meraja

Tapi ini malam hari, nona...
Tak ada matahari, apalagi pelangi
cuma lamat lembut sapu bayu, lintang terang dan bulan di langit cerah : indah bukan?
meski bukan bianglala yang selalu terbawa mimpi
cukup cakrawala tenang dan selimut lembut cahaya chandra
cukup remang temaram dan hey! lihat ada satu kerlip mengedip!

[percayalah nona kecil, ini damai tak terdefinisi - tak peduli seberapa kelam hari]


Silently Sit...

Duduk diam saja ya...
Karena kau bukan sang dewi
yang dielu-elukan dan diperjuangkan
hingga titi8k lelah penghabisan

jadi akankah kau duduk diam, saja?
melihat ksatria ksatria bersliweran mencari putri untuk diselamatkan?
atau para maharani dari kerajaan bersulam awan
melihat ksatria menghunus pedang menebas naga,
[tak pernah demimu...]

Diam saja!
bermimpi itu melelahkan
bangun dan meregang nyata jadi menyakitkan
hey, jangan mencintai!
kali ini dengarkan nurani : duduk manis, diam..
jangan biarkan airmata terajam..

Hey, bagaimana lagi agar kau mendengarkan?
setelah tamparan..
pelukan...
cacian...
penyerahan...

ini pertanda, gadis kecil..
tak ada yang bisa kuat meregang untuk seorang keras kepala
tak ada yang bertahan terbang disambing hembus sayap niskala
[yang kini pun ku tak yakin kau masih punya]

Jadi kali ini, jangan nakal!
jangan mencinta!
jangan percaya!
jangan terbaca!

Lelah, kan?

Duduk diam, saja...




September 22, 2009

[Mati Suri]

Kali ini si gadis kecil kehilangan daya untuk menulis.

Ia sudah membunuh bintang yang kerlipnya menginspirasi.
Ia sudah memadamkan lentera yang meneranginya merangkai kata
Ia sudah mematahkan penanya, dan membuang tinta aksara.

Kali ini si gadis kecil ingin istirahat saja.

Mencari bintang baru..
Atau mungkin bila bintang terlalu tinggi dan menyilaukan,
kali ini selintas kunangkunang di pelupuk genggam tangan sudah cukup

Menyalakan lentera baru..
Atau mungkin bila terlalu penat untuk sekedar menyalakan lentera,
kali ini sebentuk kecil lilin bisa memadu pelita dan jadi hangat jiwa

Mencari pena baru,
Mengisinya dengan tinta
yang mungkin bukan lagi warna pelangi,
tapi cukup bening hujan dan kelam malam...

Gadis kecil, undur diri sebentar saja....

September 7, 2009

Hibernasi

Tanpa tanda tanya.
Dan sudah seharusnya.

Tanpa tanda tanya.
Dan disini kita : berhenti.
[dan berkaca]

Hening saja,
dan dengar.

Jarak yang direka
Tanpa tanda tanya





after all..

August 6, 2009

...it feels to be angry

I wish I knew how...

...Dari semua sendu dan penat yang lamatlamat mengganggu,
ingin teriak terisak tumpahkan semua sesak kemukamu!
karena jadi lembam semua gerak dan geram jadi takteredam...

Terinjak hati, mengapa kau takpernah hatihati?
Berdarah,
seperti satu manis yang terjarah..
Terantuk,
seperti amarah yang dikutuk..

Tapi takpernah bisa
takpernah tahu..

ah, takkan pernah kaulihat badaiku di langit kita...


I just wish I knew how...