My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

August 16, 2010

whilst I go on...

..Dan saat aku inginkan ini untuk jadi cerita peri,

maafkan aku untuk tibatiba gerimis pada melankoli
karena di denting sayap harap, kita tersadar dibelakang ada luka
ia menganga menunggu menikam senja...

ah andai saja kau tahu,
tiap malam kuterbangkan satu gugus bangau kertas dan doa
agar semua jiwa yang tersakiti kembali bersemi
dan waktu jadi ramah lagi pada kita, tak merisau ia
dan gurat pekat sakit tertutupi bahagia, nantinya
semoga tertemukan, belahan jiwa..

aku merapal tak henti,
aku mengharap tak henti
aku hujan tak henti..

hanya ingin ia melihat,
lembarnya juga cerita peri
dan diujung sana, ada pelangi..



*siang ini, entah mengapa, ceritaluka membuatku tertegun diam.

August 13, 2010

Pohon

“Aku tak ingin melihatmu menangis…”

dan kata seperti biasa tak terucap tapi terjelma
kau merengkuh sulur jiwa, pelan dan hati hati
ah, bukankah ia dulu terinjak tercampak luka
Hangus habis terbakar kelam masa dulu
Hingga ke akarnya, diam malu malu sembunyi
Adakah sulur menjangkau pusat semesta lagi?

Tapi bagimu akan selalu ada benih kehijauan di tiap gersang hati yang patah arang
Dan dengan sabar kau tuangkan hatimu

[walau kita sama sama tahu kau terluka lebih dalam daripadaku]

menyiramiku dengan sentuhan tulus dan lembut doa malam hari
membasuh kelamku, menggantinya dengan kunangkunang di ujung jemari
dan selalu dapat kudengar samar kau bernyanyi..

"bertumbuhlah..
tersenyumlah..”

“kuletakkan kubah kaca agar pucuk daun pertamamu terlindung dari air mata
kusematkan hangat di putik awalmu, agar bersemi lembaran baru
maka bertumbuhlah,
hujamkan akarmu di bumiku
bertumbuhlah hingga ujung sulurmu mencapai pusat semesta..
dan akan kau lihat, sebulir bintang baru bertumbuh darimu..”



Because love nurtures…

August 4, 2010

Poem in You

Kau dan semua ringkih sayap separuhmu..
[yang selalu kau bilang, tersempurnakan dengan sayap separuhku]
kau dan semua keajaiban di oase jernih matamu..

kau..

..A not so very ordinary lad or name...
But who's to blame?..

Kita yang sedari malam berdongeng,
dan menggores jejak, menapak bima sakti dalam binar
mengumpulkan bintang di kantong impian
lalu menggantungnya di langit langit kamar

[siapa lagi, bila bukan kau,
yang bisa membiaskan bayangan lentera menjadi epik cahaya
dan hangat tak terdefinisi dari rembulan?]

tak perlu alasan alasan untuk tinggal,
karena di binar matamu aku menyempurnakan diriku
dan takkan pernah ada setitikpun sesal
karena di dekap lembut kita berbisik dan terpaku
di halaman tentang hidup, dan hari esok
dan jemari terpaut, dan jalan berkelok
jangan khawatir, katamu, dan mengecup keningku

[kau yang masih saja bersabar memeluk merekatkan keping keping puing hancurku
menjadi kolase kaca yang kau jaga sempurna]

Ah, kau yang adalah puisi..
tempat aksaraku menyatu menjalin rima
dan pada dirimu, menemukan maknanya..
Ah, kau..

..A not so very ordinary lad or name...
But who's to blame?...



teruntuk : AlfaRomeo :)

July 28, 2010

Waiting

dan larutlah gelap di batas horizon..
dingin terseduh di relung, meyesap kosong
lagi lagi detik berkhianat, kenapa ia lambat?
aku mengeluh pada jam tangan dan waktu yang merambat

kantuk lelah ini, menunggu terajam
mengutuk hari yang memenjara kita pada osilasi menjemukan
pada malam kita temukan satu kebebasan, bukan?
aku yang bermimpi tentang rasa pelukan
dan hujan gerimis menjelma kecupan

tak ada yang salah, hanya kita dan tumpukan kertas
kerdip layar yang menuntut, tak mau diduakan
ah, cepatlah, cepatlah datang
jemu ini mulai mengelam,
mengasapi pelupuk yang tak lagi pintar berimaji
cepatlah, cepat datang..
karena kau: pemutus sekat yang mengikat
dan pada binar matamu semua lesu meleleh jadi rindu yang pekat..

periodik

dan pada lingkaran semesta
kita runut jejaknya..

Lagi lagi kita berputar pada siklus cinta-asa-rindu-ego-amarah-rindu-asa-cinta
seperti samsara yang rantainya tak terputus dan melingkari jiwa
dan lagi lagi kita berpusing, tertawa, menangis, berteriak, mengaduh, tersenyum..
dan lagi lagi kita berpeluk, berjuang, berlari, terjatuh, tertatih , berayun..

Pendulum menggelayut pada abadi
dan kita terus kembali ke titik saat jemari tertaut pertama kali
dan kita terus kembali ke titik saat sesak dan perih menguasai
dan kita terus kembali ke titik saat peluk menyelesaikan semua
dan kita terus kembali ke titik saat kita remuk redam tapi tetap percaya
dan kita terus kembali..

bawa aku ke awal yang adalah akhir..

July 26, 2010

Welcome home

..Dan sayap itu menutup pelan
menyisakan kita yang terbuai di tengah lembut lembayung..

saat tiap inci jarak menjadi tak tertahankan
saat tiap getar sel adalah keajaiban
saat tiap rindu mewujud buncah rasa tak terkatakan
saat tiap aksara meresap , menitik pelan

Hei,
Lama tak berjumpa bukan berarti meniada
bukan hanya rindu yang menua
sepi yang jadi biasa
dan cinta yang perlahan medewasa

Tapak kaki mulai mengapal, lihatlah..
di jejak jejak yang kemarin sore basah di rerumputan setelah hujan
dan senandung kesepian, berpayung sendirian
sembari melirik langit yang sama pada belahan dunia berbeda
berjalan sendiri :kau dan aku adakah lelah?

- dua makhluk bersayap separuh -
sudah cukup bayu membawamu pada perjalanan
dan kini kembali

Ssst, kau mengecup pelan keningku
dan aku yang menggelayut manja di kokohmu
ah, cukup ini : bertemu pada satu nihil dan jatuh cinta
pada samsara, pada narcissus dan bayangannya
sekali lagi, kita berkaca - ternyata kau masih separuhku
dan aku yang selalu separuhmu

sayap separuh yang hanya esa jika dua ada
dan berjumpa,

dan kita yang letih, dan rasa tak terepih
kembali pada sejati, menaut menjalin di satu relung
yang kita sebut : rumah

saat kita tertaut, dan seinci jarak menjadi tak tertahankan
saat tiap sentuhan menjelma keajaiban
saat tiap rindu mewujud buncah rasa tak terkatakan
saat tiap aksara meresap , menitik pelan

Selamat Pulang,
Selamat Datang...

..Dan sayap itu menutup pelan
menyisakan kita yang terbuai di tengah lembut lembayung..

Selamat Pulang,
Selamat Datang...

July 20, 2010

Afternoon rain

Tik
Tik
Tik..

[bunyi hujan di atas genting]

atau itu denting?
nada yang menyelinap pelan
berjingkat pelan
lalu menandak riang,

ah hati,
(bisakah hati bersiul?)
karena kini ia bukan hanya gumaman
tapi harmoni yang serupa prelude di kotak musikmu semalam
karena kini tiap bunyi alto perciknya
menjelma gerimis orkestrasi sore
dan pada soprano hembus bayu yang teduh
ia lamat lamat rintik yang jatuh pada rerumput
membekas ,
pelan..
dalam..

tik..
tik..
tik..

[bunyi hujan
mendenting
di hati..]

Lesson learned : lari


Memaksa diri berlari
mengikuti penjuru,
kembangkan langkah
sibakkan peluh
dan rasakan, hembus bayu

Dan perlahan, menanjak..
saat perih letih, berat tertapak
saat luka, habis nafas seakan tersesak
tapi lihat, laju memori bersliweran, riuh mengarak

jangan berhenti..
kita belum terbang, sayang
jangan terserak hati..
melambatlah jika lelah,
berjalan dan menghirup sisa molekul keberanian
hembus semua takut dan hantu kelam
jangan berhenti...

Lari..
hingga ujung tebing terjanjikan...
dan di landainya,
tanpa kita tahu, sayap menguat
dan genggam mengerat..
Lari
dan

terbang...