My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label labyrinthman. Show all posts
Showing posts with label labyrinthman. Show all posts

May 25, 2008

Original Version 'saat tak tahumu'.

Ini versi asli puisi 'saat tak tahumu'. Puisi ini untuk seseorang (and yes, i did send it to him lewat FS) yang tak pernah tahu, tapi selalu ada dan menyinari. Yang nggak pernah complain walau sering dikirimi puisi aneh. Dan yang akan selalu di hati, walau status friendster nya berubah beberapa minggu lalu (and yes, it somehow cracked me down a bit...) dan well....i gotta face reality anyway :)

Versi copy paste dari sent item message FS saya untuk orang itu :)

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Wini wrote:
> Hanya kamu dan langit dibahwahmu
> kata kata yang tak pernah sampai, tersimpan di halimun biru
>
> Hanya kamu dan langit dibawahmu
> seperti mengamati, bintang yang jauh
> sinarnya hangat, seperti hati
> tapi tak terepih, seperti hati
>
> Hanya kamu dan langit dibawahmu,
> dan seribu sendu, dari rasa
> yang tak mau merentas jarak
> ragu, angin dan semua yang dibawanya
>
> Hanya kamu, dan langit dibawahmu
> puisi dan kata-katapun malu, lalu mati..
> kar'na tak penting ia saat tak lagi sampai...
>
> Hanya kamu. Dan langit dibawahmu
>
>
>
> :P Lagi pengen bikin puisi aja pas liat foto FS mu..padahal da lama dipasang ya, hehe..:P

-------------------------------------------------------------------------------------------------



*mellowModeOn*

May 15, 2008

Sober

Biar saja
tak ada yang tahu
betapa satu keping salju furano
bisa meretas jarak dan hinggap di pelupuk
dan terkena mentari borneo
meleleh
jadi setitik air mata

Biar saja
tak usah
ada yang tahu

sudah.
patah.



[biar mimpi punah terlalu dini. Mungkin labirin itu memang tak seharusnya dibuka, dan pintu hati tak seharusnya tenggelam di satu jaring kisut yang berjarak jutaan tahun cahaya dari belati yang dari dulu selalu siap menikam.Dan badut badut nasib tertawa lagi. it's just another patah hati]

Saat Tak Tahumu

Hanya kamu dan langit dibawahmu
dan rasa dingin yang menusuk nadi
seperi kata kata yang menghilang ditelan jarak
rasa yang takkan pernah sampai

Hanya kamu dan langit dibawahmu
dari sini mengeja alfabet,
adakah rasa bisa diraba
jika angin saja mengagungkan sinarmu

kecil, aku dibawah sini
melihat jauh
bayangmu, dan bayang langit dibawahmu
tuli, deru denting takkan terdengar dari atas sana
teriakkan rasa sampai serak, kau dengar????

atau seperti kau bilang - salju harus terepih
atau hanya dari jauh
seperti halnya menanti
tiap pesan, tiap detak sinyal digital
teriakkan jiwa sampai sesak, kau tak rasa???

bayangmu, dan bayang langit dibawahmu

yang mengambang di kolam merah jambu kelopak sakura
wangi lavender furano
atau apapun , bayang hijau hitam yang berkelebat!
Toh kau sama, disana tak peduli

hanya kau,dan langit dibawahmu.

Sama sama tak mau tahu.

March 5, 2008

Dari Reza

No, this poem is not written by me..It's written by my dearest friend Reza, who's currently studying in Japan..He's quite reluctant to show his writing..But For me, this poem is a good one. Just wanna share the joy with all of u guys! (secara...gw ngerasa kaya gini akhir2 ini...hiks :( )

Enjoy!


...dan berlari....

Aku ingin berlari. Rusuk sakit tercuri peri.
Sayap tumbuh mengejang. Menunggu angin, hati perang.
Mata menahan lalu perlahan terpejam. Tanpa cerita
bintang menempuh malam.
Kenangan tertulis di awan. Ditulis dan terhapus
perlahan. Harapan di langit tanpa batas. Diraih
akhirnya hanya terlepas. Kesempatan satu di antara
bintang. Tidak terlihat walau tidak menghilang.
Langkah mulai terangkat...dan berlari....

(Reza Aryaditha)