My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

October 9, 2008

Kangen

membayangkan sosokmu
yang diamdiam hantui mimpi
akhirakhir ini............

seperti memecahkan kode rahasia
yang terenkripsi di daun jendela
tempat kau gantungkan mimpi , jeda dan cerita
yang kaukirim dari jauh sana

merekonstruksi tiap pixel warna jiwamu
dari tiap detak sinyal digital
yang katakan: aku kangen kamu
mungkin terlalu pagi,
tapi semburat fajar sudah hangatkan hati
dan satu pesan singkat: Sayang, selamat pagi...

Dan..

Dan kala aku menemukanmu....

Sunyata yang dulu jelaga
dan bayang bayang malas yang melingkari mimpi buruk malam hari
saat kerlip bimasakti tak ada untuk menemani
kala satu doa memohon untuk diberkati

Dan tertunduk ia, pada cahaya yang diam diam menelusupi hati
menajdi sunyi yang menjelma saujana
jika kusendiri, mungkin kali ini tak lagi
rasa tak terdeviasi, dan sayup langit kosong
mungkin kali ini tak apa-apa..

Dan kala aku menemukanmu..

Merasakan bumi yang berputar, memusingkan denyut logika
seperti kepul asap harap yang terperangkap di satu botol kaca
ah, tak cukup jelas jiwa ini,
tapi siapa, hingga mengharap sadarku tahu ini terlalu maya untuk nyata

Dan kala aku..
menemukanmu.......

October 6, 2008

[morning call]

Mungkin mereka benar.

Kita hanya kisah kepagian
saat matari terbit terlalu dini
dan bintang terusir pergi
atau malah bunuh diri

Satu jeda halimun dan semua selimut tersibak
dan merona langit malumalu pada semua yang pertama
adakah satu reka, mungkin ini takdir atau hanya kisah yang dipaksa
karena gelap harus buruburu mengepak koper dan pergi
walau masih keenakan mencumbui bumi
dan selingkuh bersama pada semua yang rahasia

Mungkin mereka benar

Seperti itu. Segamblang itu.

Kita hanya kisah yang kepagian
yang mencuricuri menit demi satu pelukan lagi
dan tergopohgopoh pergi, menutupi jejak malam hari
harus pergi begitu dini, seperti halnya janjijanji yang taktahu lagi

ah...
Mungkin.

tapi toh kita pergi
dan merindu lagi

kauaku

Ini
hadirmu
pesanmu
kecupmu
pelukmu
sapamu
lepasmu

ah.
kalau
kaubilang
terbanglah
lebihjauh
lebihtinggi
dan tak ingin
kau lihat:aku mati
ditelan bumi
bukan disini
tempatku
hanya satu pijak
pasti

katamu
pintamu
harapmu
sendumu
tangismu
cumbumu
lepasmu

terbangku
raguku
menolehku
bumimu
langitku?

yang merindu
damba

kau
inginmu
aku : pergi?


an affair (not) to forget

Bukannya aku iri,
atau tibatiba ingin miliki

hanya sekelebat ingintahu
tentangmu

Meraka berkata
ada satu rahasia
atau kelu yang dijaga
agar tak jadi tanya
atau tak luka?
Satu kala:
Saat kau merengkuhku
ke kalbumu,
dan mengizinkanmu
bersandar di dunia kristal kecilku
adakah kau imajikan sedikit saja - sejumput rasa
atau setidaknya memori sel abuabu
yang menjaring keluar kelambu kecil rahasia kita
satu, sedikit saja- sejumput rasa
tentang ia: kekasihmu?

September 25, 2008

.....

aku menemukan lelakiku di satu ujung senja
saat angin berayun pada pucuk cemara dan wangi laut merona
dan kami bercerita tentang rumput, rimbun, gemericik dan nada
[tapi terlalu takut untuk bicara tentang jiwa]

aku menemukan lelakiku diantara sebaran kertas
dan kedip laptop dan dentam irama kemalaman
sambil menghitung rasi di kisi kisi hati yang retas
ah, ia merengkuh kepalaku ke hangat bahunya
[katakan, bolehkah kuraba sinar matamu?]

aku menemukan lelaiku semalam, diantara kerling lampu
dan temaramnya ciuman, dan aksara yang jadi pelukan
kala naluri adalah nisbi - dan kita takluk pada janji janji
atau saling mereka mimpi, dan enyahkan kenyataan...
[inginnya mencuri waktu...duapuluh menit saja untuk lagi, merengkuhmu...]

aku menemukan lelakiku....

September 18, 2008

[searching]

Dimana kamu?

memudar.
bareng bayang bayang cat komidi putar tua yang kelamaan
cuma memandang mendung saat kamu bilang disana hujan
tapi tak pasti - mungkin tak pulang hari ini

kosong tak tentu
ungu biru yang pelan pelan hilang
atau disangkal, tak tahu apa itu ada pada rasa yang jalang
dimana kamu, jangan bikin penasaran!

Ah mereka bilang aku berubah
jadi cengeng seperti nostalgi
atau hanya mencari sepercik emosi di lembar lembar lapuk
dan mungkin nyeri ini sedikit terperi

kalau saja tahu.

Dimana kamu?


Akhir akhir ini

kamu yang sembunyi di bayang tak bertepi
dan tak mau tahu -
menurutmu remang remang itu lucu

ah, apapun itu
mungkin selucu gelap
kelambu yang menyembunyikan
kita yang mencuri curi ciuman di taksi tadi malam
dan diam diam pegangan tangan
dan seperti baru dimabuk cinta saja
padahal kau bilang persetan dengan cinta!


Psst, sudahlah
kadang lelah sembunyi sembunyian di labirin
toh kenapa juga...
malas aku mencurimu darinya
kar'na toh kau bukan cahaya
dan aku hanya mencari teduh semata

Mereka bilang aku mungkin mencari lentera
tapi kita cukup puas mengendap endap di lorong gelap
(dan bercumbu dengan rahasia - atau mungkin
mencuri satu, dua kecup lagi)


[ah.lihat kita yang saling membenci lalu kembali lagi untuk menguraikan tanda tanya tak terbaca dan kangen yang aneh pada hangat nisbi ketika kau disisi]