My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

November 21, 2010

on Long Distance

Galau membunuh memori hangat yang menyalakan kerlip alasan bertahan. 
Ah galau, pada alasan mana lagi kau akan bertumbuh?
Kacau membunuh akal sehat dan beribu halaman penuh perjuangan yang dulu kita banggakan. 
Ah kacau, pada sekam mana lagi kau akan membakar?

Atau,
Galau dan kacau bermuara pada sepi hati?
Atau,
Galau dan kacau berawal dari rindu tak terperi?

Galauku, kacauku
Sepiku, rinduku

Dan, hanya tulus yang bisa cairkan semua beku..
Bukan kata kata asal bicara asal aksara
Bukan kata kata yang tak bisa diraba lagi dirasa
Dan, hanya pada tulus rasa, galau dan kacau terbasuh..


*teruntuk alfaromeo nun jauh disana. Maaf untuk semua kacau galau hati, ini hanya sepi yang membunuh diri*

Oh well..

Oh well..

Mungkin lagi lagi cuma jarak yang harus diruntuki

Dan langit malam yang mengelabu
Entah disana bagaimana pagimu
Dan udara yang menebal rindu
Entah disana bagaimana hatimu

Oh well..

Mungkin lagi lagi cuma waktu yang harus dirajami

Dan bayang yang mengabur perih
Entah disana bagaimana mimpi
Dan derai yang mengganggu janji
Entah disana bagaimana diri

Mungkin hanya aku, yang ngelangut pada sepi..

Oh well..

*saat malam begitu menyesakkan dan kau terlalu jauh untuk digapai. Oh well...*

November 9, 2010

Note on November

Adakah novemberku

Dingin seiring salju di benua antah berantah setahun yang lalu?
Ah, tapi kau selalu menjadi matahariku
Dan aku berevolusi pada hangatmu
tanpa meragu, pusat semestaku

Adakah novemberku

Hujan seiring mega yang akhir akhir ini begitu mencintai horizon kita?
Ah tapi pada rintiknya kita ikut mendendang nada
dan pada merdu derasnya kita diam diam berdansa
meradanglah dingin karena ia tak bisa menyelinap di hangat tautan kita

Ah adakah November ini, sekali lagi
Angin menghembusmu pergi, sekali lagi
Pada dingin nun jauh disana?

Ssst, jangan takut, kecupmu.
Pada separuh purnama, kau harus bekelana
Dan kita, menutup November berselimut harap
Di rentang pembeda kala pagiku menjadi malam mu

Sst jangan takut, katamu
“ Aku akan selalu kembali pulang ke pelukan”

Ah, adakah novemberku?
Yang tak sabar merengkuh dingin desember
Kala sayapmu sekali lagi hinggap di hati


October 27, 2010

Mungkin?

Dan mungkin, diam saja..
Atau kau lelah mencoba?

Dan mungkin, bicara saja
Atau kau takut tak didengar?

Dan mungkin, kini,
Kau tak perlu merasa
Kau harus mati dulu
Agar kau tahu betapa
berharganya hadirmu

 Mungkin?

Jika

If I die tonight, would you weep for me?
Would you shed your tears, would you be sad?

If I die tonight, would all the good and bad time we had, flashed back in your head?
Would you miss me being mad
Would you miss me being sad
Would you miss all that?

If I die tonight, 
Would you still say , ‘wow you look so pretty’
As you used to say back then when you see me dress up

If I die tonight
Would you kiss me for the last time
As compassionate 
As deep and meaningful 
as you did the first time?

If I die tonight, would you miss my embrace?
Would you later seek to hold my warmth
In the middle of rainy cold night?

If I die tonight
Would your heart feel a loss
As it loose its other half?

If I die tonight,
Would you understand
How I long for your touch
How I long to be completed
How I miss your presence 
Your laugh, your flirts, your showering love?

Well…
If I die tonight,
As they say,
“just smile for me,..”
Well, if you must,
Be sad,
Be mad,
But do love me, still
And just as they say,
Just smile for me
as I once fought for my soul mate, for my better half
and for a love I hold tight to till the last… 

October 15, 2010

My personal Shamata



Hening menyerap warna warni jadi satu
di kedalaman yang ku tak pernah tahu ia ada di dangkal diri
di keterpisahan yang tak pernah kutahu akan semenyatu ini
di keterdiaman pada riuh yang tak pernah kutahu ia melodi

Hening terjaga, dan warna warni tersaput kuasnya
menyatu membaur mencerminkan diri 
berterbangan dalam pusaran energi, lalu menyurut

Hening gelap..
dan di pusatnya: setitik cahaya putih asa..

October 11, 2010

A Favor

..Segelas air, ditangannya, kala kuterbaring sakit..

Sebaris lagu mendengung dikepalaku.
bernyanyi bermain lompat karet lalu berjingkat dari satu sel ke sel otak lain
meninggalkan jejak basah yang membekas di simpul memori
dan jadi pedih, entah kenapa

Mungkin memang hanya butuh hening
dan bening segelas air,

Mungkin hanya "ada" yang bisa membasuh luka..

Sejatinya,
resapi saja sakitnya..
Lalu mencari hening dalam bening..
Mencari ada..


..Segelas air, ditangannya, kala kuterbaring sakit..

Wait!

Menunggu itu sepi,
menunggu itu sakit.
Menunggu itu membunuh detak di dinding
dan melawan sakit yang menggerogoti ototmu
menunggu itu menahan nyeri di dada
dan linu yang entah kenapa tak jemu jemu menusuk

Menunggu itu penat yang menggores tiap kali kau menghela udara
Menunggu itu dera yang bergema bersama riuh di sekitar pulau pesakitanmu
sementara kau, terlunglai, sendiri
sementara kau, terbengkalai, sendiri
sementara kau, menunggu...

Tunggu!