My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label mindfullness. Show all posts
Showing posts with label mindfullness. Show all posts

November 18, 2011

Explorers

Tak tinggal di awang-awang,
melainkan bumi,

Kita telah terbang,
mengarungi tata surya dan inti bintang
Sayap merentang
dan telah kita rasakan semua gemilang

Tapi untuk berjalan di bumi adalah tantangan:

membuat sarang
mencari tenang
menunggu terang
dan cerita yang direntang

ah kita,
tak tinggal di awang-awang
tapi mengarungi bumi:

tempat peluh dan karya menjejak
bermimpi, bernyanyi, berteriak sampai serak!
terkadang ada, ragu dan takut terisak
tapi tetap tak takut, bergandeng kita, menapak

dan suatu hari, suatu hari, kesayanganku..
suatu hari, pada mimpi yang ternyata nyata
semua akan melihat:
kita jelajahi sudut terkecil
puncak tertinggi
salju pertama

dan semoga, nantinya, kesayanganku,
pada satu yang kita selalu percaya:
ikatan kita. 
Pada hidup. 
Nyata.

October 20, 2011

Justification number one

The funny thing is, dearie,
I lately revealed your enigmatic stance


"Ketika kita benar benar bahagia
Kita hanya ingin ada diluar sana
menikmati, menyanyi, menari
(Menghabiskan waktu,mencuri pandang pada tiap tarikan garis bibir yang membentuk senyum bersama)          
Melakukan semua yang ada di hati
Dan meneriakkan pada dunia
lewat kerling mata yang bersinar gembira
dan senyum yang tergores tanpa henti"


And for some funny reasons
I suddenly get it when you say
You don't need rhymes and stanzas
To tell you how happy I am to have you, in my arms


Dan terasa...
Bukan aku kehilangan kata
atau tak lagi punya tanya

Hanya bahagia.
Membawa hatimu, di hatiku.
Hati hati sekali (Sepert halnya dirimu)
Tapi tak kehilangan, dan tak ingin melewatkan
(Untuk alasan apapun itu)
sedetikpun kesempatan
Untuk benar benar mengecap:
Hanya. Bahagia.

August 15, 2011

Tentang perjalanan

Mensyukuri adamu..dan adaku..kini dan nanti

[di sisi mata uang yang sama...
maupun di sisi yang berbeda..]

Perjalanan ini, untuk apa?
Dan dimanakah akan kita labuhkan semua kesementaraan?
Pada sejatinya, tiada yang benar benar nyata..
dan tiada yang benar benar maya
Hanya perjalanan bolak balik antara dua sisi mata uang..

[Dan aku menyadari sesuatu tentang kehilangan,
mungkin hanya perpindahan ke sisi lain koin?]

Perjalanan ini, untuk apa?
Sejatinya abadi, sejatinya yang dicari?
Aku yang mencari sepotong kecil surga
perjalanan ini, pencarian ini..
memulai, berjalan, dan berakhir nanti..
kemana?

Padahal sepotong kecil nirwana ada disini
di dalam danau di matamu, yang tak pernah habis kuselami
di degupku yang berdesir bersama denyutmu
di ketidaksempurnaanku dan ketidaksempurnaanmu
di ruah cinta yang tak bersyarat yang mengurat di nafasku, nafasmu..
...

dan ilusi perjalanan ini, tumpahlah sudah
di satu cahaya yang menyeruak, menutupi
mencari arti, memaknakan diri, meretas mimpi
ketika awal adalah akhir, ketika tujuan ternyata ada di tata mula..

..dan berjalan ternyata seperti bernyanyi..

Yang kucari, ada disini. Tepat di hatimu.

Untuk kini dan nanti, terima kasih..
Untuk sepotong kecil surga yang kaubagi denganku.
Untuk ada, untuk tempat di hatimu yang berarti semesta untukku

ketika semuanya terpenuhi sudah.
ketika semua tuntas sudah,
[dan bukankan semua telah tertuliskan?]
kukecup keningmu dengan takzim, dan berkata:

Suatu kehormatan, suatu kebahagiaan tak terperi
Suatu anugrah dan damai tak terdefinisi..

Terimakasih..Untuk secuil surga kecil yang kucari -
tempat sempurna bernama hati - milikmu. 

Terimakasih untuk selalu menjadi tempatku pulang...

[It's been, it is and will be such a perfect place..]

Terima kasih. 

June 1, 2011

Strangers in paradise

Gelak tawa yang memenuhi hati...

Puisi belum, mati, schatze..
Seperti yang kau bilang,
ini hanya keseharian lagi
rutinitas yang diselanya kutemukan senyummu
nyata yang dinyalanya teradiasikan hangatmu
dan ada yang tertasbihkan genggaman

Sejumput bahagia disanasini
sepercik sedih disanasini
secercah harap disanasini

ah kita yang sedang meramu
harap bercampur keringat
mimpi bercampur darah
dan asa bercampur pelukan.

Karena diujung hari aku tahu
aku aman dipeluk senyummu

sesederhana nirwana kecil kita:

peluk yang melelehkan amarah

bahu yang mengusir sepi

dan gelak tawa yang memenuhi hati..

October 11, 2010

A Favor

..Segelas air, ditangannya, kala kuterbaring sakit..

Sebaris lagu mendengung dikepalaku.
bernyanyi bermain lompat karet lalu berjingkat dari satu sel ke sel otak lain
meninggalkan jejak basah yang membekas di simpul memori
dan jadi pedih, entah kenapa

Mungkin memang hanya butuh hening
dan bening segelas air,

Mungkin hanya "ada" yang bisa membasuh luka..

Sejatinya,
resapi saja sakitnya..
Lalu mencari hening dalam bening..
Mencari ada..


..Segelas air, ditangannya, kala kuterbaring sakit..

September 30, 2010

Puisi Pagi

Apa aku
bunga matahari yang selalu menoleh ke arahmu
sementara kau surya, berkelana mengarungi angkasa
Menyinari tapi tak pernah tahu dan peduli?
Tidak, bukan itu, kurasa..

Apa aku kelabu awan,
dan kau sang bayu
tiap kemana kau bertiup, aku mengikuti
dan saat kau tak ada, aku tak bisa kemana mana..
Tidak, bukan itu, kurasa..

Atau apa aku ilalang sepi
yang jatuh cinta padamu, sore hari
menanti dan menanti tapi tak pernah pantas memiliki?
Tidak, bukan itu kurasa

Ah mungkin
Aku tak perlu jadi siapa siapa
(atau berpikir aku itu apa)

Mungkin aku hanya harus menyadari
kaitan tangan saat jiwa kita saling menyentuh,
itu sudah cukup
detak hidup ku yang teresonansi dan beresonansi pada debarmu,
itu sudah cukup
dan sekelumit kalimat rasa sayang
serta tulus saat kita berkata rindu
itu sudah cukup..

Kau yang terbawakan hidup padaku
dan bertumbuh bersamaku,
Kita yang menyadari dan menerima rasa
(serta segala konsekuensinya)
itu sudah cukup..

Cinta
itu sudah cukup.
(Dan aku menemukan jawaban siapa diriku pada dalam matamu)


Teruntuk: AlfaRomeo, Pasangan jiwa. Bukankan semakin bersih diri, kita akan semakin bisa menjadi cermin yang lebih jernih untuk satu sama lain menemukan diri sejati?