My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label my other self... Show all posts
Showing posts with label my other self... Show all posts

April 23, 2012

Melancholic Ramble

Kurasa aku akan rindu,
Pada hangat genggam tangan kita yang padu

Kurasa aku akan rindu,
Pada peluk lebar yang menggerus pilu

Kurasa aku akan rindu,
Walau hanya sebentar saja kau pergi
Kurasa aku akan sedikit ngilu
Walau hanya sesaat saja tiada kau disini

Kurasa aku akan rindu,
Kurasa aku akan menunggu
Berharap hari cepat berlalu
Melawan semua kelu
Mengusir mimpi buruk semu

(Ya, aku tahu kau bilang kau hanya pergi sebentar saja,
Tapi tetap saja sepi, dan hari tak akan pernah sama)

Kurasa, aku akan rindu
dan meredam kangen menggebu

Untuk nanti merasakan lagi,
Saat dimana jemari terkait bertemu
Saat dimana resah melebur jadi haru
Saat dimana kau dan aku,

Pulang,

Ah, kurasa, aku akan rindu
(Setengah mati.)

March 2, 2012

Serangkaian Tunggu

Serangkaian tungguku
Mewujud rima yang membatu
dan puisi yang jadi kelu

Serangkaian tungguku
Merintik pada gerimis merdu
sementara aku merapat pada hangat api di tungku

Serangkaian tungguku,
Seringkali membuat menggebu
Menggerbrak tak sabar, dan terburuburu

Pada serangkaian tunggu,
aku,
Meranggas pada masa
Dan akhirnya hanya bisa pasrah pada sunyata

Pada serangkaian tunggu:

Kurajut satusatu harap yang dulu luruh
Kupinjam doa yang dulu sembunyi takut
Kutelusuri satusatu kelindan yang kusut

Demi satu. 
[Janji yang terwujud pada nanti]
Dan saat itu:
Serangkaian tungguku
yang mengharu biru
akan melebur pada pelukmu


Selamat Pulang, M :)

February 23, 2012

The regulars (of Irregularity)

Aku sudah terbiasa
Dengan setangkup roti di awal hari
sembari kau menyapa, selamat pagi..

Aku sudah terbiasa
Membagi siangku denganmu
bersendau, berkeluh, dan mendengar suaramu

Aku sudah terbiasa
Dengan rentang pelukmu yang menyambut 
Hangat dimana semua lelahku akan melarut..

Ah, aku sudah terbiasa,
Dengan caramu menarik senyum,
yang selalu menular

Dengan wangimu
yang memenuhi relung

Dengan dekapmu,
Ketika aku tak yakin akan semua
dan kau yang berkata,
"kita akan baik-baik saja"

Aku telah terbiasa,
pada semua tentangmu,
dan sangat terbiasa,
pada hal-hal indah
yang sama sekali bukan 
hal yang biasa-biasa saja.




M, lagi lagi rindu menguasai, hari ini. Aku terlalu terbiasa dengan adamu. Hati-hati di jalan, Cepat pulang dengan selamat ya :)

February 21, 2012

(How it feels to be) on your shoes..

Oh, I'd love to be you,

Terdengar sebuah keluh, 
ketika sepasang sepatu flat ungu
Baru diletakkan di rak sepatu
Setelah dipakai sehari penuh oleh gadis bermata sendu

Mengapa begitu?

Tanya si sepatu ungu
Setelah ia tahu 
Yang berkomentar adalah 
si cantik Stiletto mahal keluaran terbaru 

Aku bosan di rak seharian,
hanya jika pesta aku dikeluarkan
sehabis itupun si gadis selalu mengernyit kesakitan
Ah, apa gunaku jika hanya untuk pajangan?

Ah, miss Stiletto merah menyala
Ternyata ingin berguna dan melanglang buana
Bukan hanya ke sekedar club, resto dan tempat pesta
Ternyata tak hanya ingin jadi cantik saja,
Ia ingin jadi lebih berguna

Cih, tak tahu bersyukur kau!
Sudah bagus kau cantik begitu
Tak perlu sedikitpun kena tanah, lumpur debu
Belum tahu kau, betapa ganas dunia untuk sebuah sepatu
Terpapar kotoran, menahan kerikil dan menapak batu

Suara hardikan terdengar,
dari sepasang sepatu steel toe berkulit kasar
ini dia, si safety boot yang bersuara gahar
Mencemoh (dan diam-diam iri) pada stiletto anggun yang selalu bersih bersinar

Si sepatu flat ungu, yang mulai mengusam
hanya bisa tersenyum masam,
melihat ke bahan suede ungunya yang mulai buram 
(serta sol alasnya yang menipis, ah ia mulai geram)
menangisi kerapuhannya diam-diam

Ah, Andai saja, 
pikir si sepatu flat ungu yang murung
aku sekuat si sepatu steal toe,
dengan semua lapis pelindung
Tak akan lagi aku mengaduh saat tersandung 

Waktu Untuk Merindu : Bukan puisi


Banyak waktu yang kita punya, dan telah kita lalui
Dalam setiap helaan nafas kita
Sejak terbangun dari lelap, dan kembali ke peraduan

Banyak rindu yang kita hela di setiap nafas hidup ini
Entah itu pada sahabat, orang tua,
sebuah tempat penuh kenangan
atau bahkan kekasih tercinta

Nikmatilah waktu,
Rasailah rindu

Manfaatkan waktu,
Sesekali untuk mengungkapkan rindu.



Diatas bukanlah puisi saya, melainkan cuplikan dari buku 'Waktu untuk merindu'. Ini adalah kumpulan prosa pendek dari NBC Balikpapan yang bisa didapatkan di nulisbuku.com., dimana saya termasuk salah satu penulisnya. Salah satu karya saya di buku ini adalah bentuk prosa dari puisi di blog ini yang berjudul 'The Death of Sleeping Beauty'. Selamat menikmati!

Tabik!

ps: buku ini adalah salah satu hadiah ulang tahun saya untuk diri saya sendiri, dan untuk dearest M, yang membuat 13 Februari kemarin menjadi hari yang penuh kejutan bahagia dan tawa. Yes, I am old(er) now, and I am grateful for every second I live.  :)

December 28, 2011

Carry on!

Satu, Dua..
Sejenak, pejamkan mata
Tiga , Empat..
Ada hangat peluk yang mengerat
Lima, Enam..
Dan perlahan, kau jalinkan genggam
Tujuh, Delapan..
Membisikkan padaku sejumput nada masa depan
Sembilan..
Sambil berdoa, sekali lagi di pucuk waktu kugantungkan harapan
Sepuluh..
Tahu aku sedari awal hitungan 'satu', hatimu adalah tempat kulabuhkan sauh..


Menunggu kini. Bukan berhitung mundur, karena tak pernah sekalipun kita melangkah mundur. Tapi berhitung maju, menapaki anak tangga satu persatu, mempelajari tiap hikmah dan makna pada tiap langkah maju. 

Dan aku lagi-lagi tersadar: Waktu mengajari dan mempersiapkan kita untuk nanti, untuk saat dimana tiba kita di satu perhentian tempat mengaitkan janji. Ia mengajari kita untuk bersabar, dan tidak pernah berhenti menyalakan suluh harap sambil berjuang. Pelan pelan saja melangkah, hati-hati dengan hati, katamu. Karena semua yang diracik perlahan dengan penuh ketelatenan, pada akhirnya akan lebih bermakna daripada semua yang sekedar instan. 

Dan kini seiring derap ke depan, menanti satu momen kecil yang mungkin bagi dunia tak berarti, tapi bagiku menimbulkan sejuta kupu-kupu yang berterbangan di perutku.

November 8, 2011

random#6

Biar saja ini sunyi
merintik di hujan yang mendenting
Biar saja ini bunyi
Yang bersliweran di kepala yang pening

Ah semua bising!

Biar saja puisi pecah jadi kata terserak
Dan jeda mengkerut pada sesak

Ah semua jarak!

Dan saat ku pulang
(di pelukmu tempat kumengadu)
:
Terseka lelah, biar hilang
Dan hingar bingar teggelam
kelamku mengabur pada terang

October 28, 2011

random#5

Tak pernah aku
akan hilang ditelan senja
Seperti halnya kau 
yang tetap ada ketika pagi tiba

..dan tak perlu kita menunggu gerhana untuk sekedar berkecup cinta..
..atau mengintip dari sela sela redup sore dan bias subuh untuk saling menyapa..

Tenang saja,
Semesta ini tetap akan jadi seperti semestinya.
Kita.

October 5, 2011

Ups, Sorry

Of those, of the pasts..
Of the never-fought
Of the endless emptiness it brought
Of a search, of adventures
Of me fighting endlessly 
Of ended up lonely


Dan dulu, aku mencari tak henti
dan selalu, berjuang sendiri
lalu mempertanyakan hati


Of those, of the pasts...
Well they might wish they could've done differently
But I'm glad for where this road has taken me.

Karena kini :
Ada yang berjuang untukku
Tak henti mengingatkanku
Tak henti menggenggam tanganku
Tanpa lelah berkata:
"Kamu berharga"


October 3, 2011

random#4

Yang kita punya adalah satu cerita sederhana

Tentang susu coklat hangat,
kecupan di kening dan sapa disela sela hari yang penat

Tentang wangi keju dari oven yang dibuka,
menghabiskan sore bersama si kucing jenaka

Tentang hangatnya selimut dan pelukan,
jemari yang tak henti mengait walau kadang bersimpang jalan

Tentang waktu, yang kita tunggu

Tentang rindu.

September 30, 2011

Mimpiwarnawarni : Hijau

Siang kemarin, aku ingat
Satu bunga tidur entah kenapa melekat

Ditengah ganas surya yang menyengat
Kau menjelma hijau yang memeluk erat
Meneduhkan, meringankan udara yang kadang memberat

Mimpiwarnawarni : Biru

Satu imaji memburu
kantuk siang itu:

Kamu
menjelma biru
di langit luar jendela kantorku

terpantulah spektrummu
di tiap luas langitku

:
membuatku terharubiru

September 29, 2011

random#3

Karena nanti hingga rentang usia
dan saat tangan kita mengeriput senja

Karena nanti hingga menjemput akhir malam
dan keriput dan uban menjaram

Tetap akan ku eratkan selimutmu yang longgar,
mengecup dahimu, sekali lagi
sampai nanti ketika pagi

September 26, 2011

Ein Sturm im Wasserglass

Dan September turun merintik
menjadi kelabunya mega
yang memahat hujan badai
dan airmata..

hanyalah cara-Nya
memberitahu kita
bahwa ada hangat
di perapian hati
yang lamat lamat
kita nyalakan sendiri
:
Di genggaman kita
bara itu dijaga
tetap menyala.
Persetan
dengan hujan es
diluar sana


[aku terdiam. 
hujan deras ini
teredam.

dan ini hanya
satu badai biasa
di segelas air
di pangkuan]

Sesederhana itu. Seringan itu. 

August 15, 2011

Tentang perjalanan

Mensyukuri adamu..dan adaku..kini dan nanti

[di sisi mata uang yang sama...
maupun di sisi yang berbeda..]

Perjalanan ini, untuk apa?
Dan dimanakah akan kita labuhkan semua kesementaraan?
Pada sejatinya, tiada yang benar benar nyata..
dan tiada yang benar benar maya
Hanya perjalanan bolak balik antara dua sisi mata uang..

[Dan aku menyadari sesuatu tentang kehilangan,
mungkin hanya perpindahan ke sisi lain koin?]

Perjalanan ini, untuk apa?
Sejatinya abadi, sejatinya yang dicari?
Aku yang mencari sepotong kecil surga
perjalanan ini, pencarian ini..
memulai, berjalan, dan berakhir nanti..
kemana?

Padahal sepotong kecil nirwana ada disini
di dalam danau di matamu, yang tak pernah habis kuselami
di degupku yang berdesir bersama denyutmu
di ketidaksempurnaanku dan ketidaksempurnaanmu
di ruah cinta yang tak bersyarat yang mengurat di nafasku, nafasmu..
...

dan ilusi perjalanan ini, tumpahlah sudah
di satu cahaya yang menyeruak, menutupi
mencari arti, memaknakan diri, meretas mimpi
ketika awal adalah akhir, ketika tujuan ternyata ada di tata mula..

..dan berjalan ternyata seperti bernyanyi..

Yang kucari, ada disini. Tepat di hatimu.

Untuk kini dan nanti, terima kasih..
Untuk sepotong kecil surga yang kaubagi denganku.
Untuk ada, untuk tempat di hatimu yang berarti semesta untukku

ketika semuanya terpenuhi sudah.
ketika semua tuntas sudah,
[dan bukankan semua telah tertuliskan?]
kukecup keningmu dengan takzim, dan berkata:

Suatu kehormatan, suatu kebahagiaan tak terperi
Suatu anugrah dan damai tak terdefinisi..

Terimakasih..Untuk secuil surga kecil yang kucari -
tempat sempurna bernama hati - milikmu. 

Terimakasih untuk selalu menjadi tempatku pulang...

[It's been, it is and will be such a perfect place..]

Terima kasih. 

July 5, 2011

4th of July

Sesosok tegap yang mulai meringkih
Dan beban beban dipundaknya, yang selalu kuharap bisa kuambil alih

Sesosok engkau. Yang tak henti berbagi, yang tak henti mengajari
Semua yang kutahu sekarang, semua yang kupunya sekarang

Sesosok kuat yang sunyi menyimpan hasrat
Dan dalam diamnya aku mendengar namaku dalam doa yang tak henti terpanjat

Sesosok yang aku diam diam selalu berharap
Ia melihat:
Semua peluhku, Semua keringatku, semua bahagiaku
Semua perjuanganku, semua kisahku, semua pedihku

dan ia berkata: Ia bangga padaku.
Gadis kecilnya yang tumbuh dewasa

Ah, aku yang bangga.
Menjadi gadis kecilmu.

Have a very blessed 56th Birthday, Paps..

May 19, 2011

Fur Dich..

"I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best." - Marilyn Monroe -




Terimakasih.

Untuk merengkuh semua kekhawatiran
dan mengecup pergi semua amarah di sanubari

Untuk menggenggamku,
dan terus menggenggamku
dan tidak membiarkanku pergi

Untuk mendengar
semua bisik, celoteh, marah, teriakan dan caci
dan masih bersabar mendengar

Untuk ada pada saat saat terburukku
dan menjadi mentari yang menghalau badai pergi

Untuk mengetahui tiap relung kesah ketakutanku
dan masih menjelajahi, bukannya menyerah pergi

Untuk meyakinkanku pada saat senduku
bahwa bara mungkin meredup, tapi mimpi tak pernah mati

Dan semua saat terbaikku,
adalah hela nafas  dan peluh pada karya yang kupersembahkan padamu


For the very best, M.
14.05.2011 afterglow



May 14, 2011

One Night's Note

Kita sendiri
Yang merakit mimpi ini
hingga terjalin terbentuk nyata

Kita sendiri
Yang memutuskan, yang berjuang
kala dunia memunggungi dan bisik bisik caci maki

Kita sendiri
Yang saling menguatkan.
Karena hanya kita, ya, hanya kita, yang mengerti.


Kita.
Sendiri?
Ah tidak, tidak pernah. Kita tak sendiri.
Karena kali ini bukan kau. Bukan aku.
Tapi kita
Ya, kita.

April 21, 2011

not-so-morning person

Pagi
adalah tentang sepotong roti
dan secangkir air hangat (bukan kopi)

adalah sisa rasa susu coklat anti sepi
yang tandas tadi tapi masih mengendap di hati

adalah separuh mimpi yang terbangun ditampar matahari

April 20, 2011

Content


  • Love can makes you ask some funny question now and then..
  • But remember the alternatives..
    • For I remember when
  •  I was lonely,
  • And unhappy and my lips were cold as ice
  • But you kissed me and good Heavens,
  • Now I'm here in paradise

Cukup satu petik
Dan diantara semua sunyi
dawai jiwa melantunkan nada
menjentikkan harmoni
dan hangat tiba tiba beresonansi
menjalari hati, menjalari diri..

Cukup satu tulus
dan semua rasa yang terkunci
melepaskan diri
menjelma doa yang menjulang
merambati hidup dan hari
tersulur, terbujur harap..

Cukup satu hidup.
Cukup satu : dirimu.



I am, forever grateful for this life. For you. For the intersection of those two :)
*Lyric taken from Galileo - Josh Groban