My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

June 26, 2008

L.O.N.E

sepi di samudra
amis yang menjambak hati
dan rona yang dicuri hantu malam
diselipkan di tengah dentang detak mesin tak kenal waktu
dan galau yang dipinang waktu,
ah, gigil resah.

sepi di samudra
omelan omelan pelan saja
dan senyum yang redup, hampir mati
sabar yang diregangkan,

dan hati mengais mencari sedikit sunyata...

sepi di samudra
troll laut yang ganas merengut
menculik paksa dari tangan tangan hangat di permukaan...

sepi di samudra....

June 20, 2008

Mr. Rainman

Pagi ini hujan lagi.

Aku ingat.
Ia begitu mencintai hujan
Dan wangi tanah basah
dan bisik halus tetes air dari atap beranda
dan abu abu langit yang rahasia

Ia tengadah dan tersenyum
saat yang lain berlari menghindar
Ia menghela udara dan tengadahkan tangannya
mengecap rintik pertama
meraba irama derasnya

Ia tergelak pelan dan mulai berdansa
dan menggandeng tanganku
yang tak sabar ingin menariknya masuk
ke secangkir coklat hangat dan karpet kering
dan percik api di depan perapian

Tapi ia cuma ingin hujan, dan semua yang dibawanya
sambil bercanda,bernyanyi dan berdansa...
kala manusia berteduh dan mengibaskan air dari mantel mereka
melihatnya,
mengutuknya orang gila

Tapi ia cuma suka hujan
dan segala ramai yang dibawanya
ia masih menggandeng tanganku, ditengah rintik
aku malu! lagipula basah....
kutepis tangannya
dan lari ke kerumunan di tepian, terlindungi atap buatan

Atap miliknya adalah langit
Kala awan berbaik hati membagi cinta,
Ia berdansa pada tetes bening tirta
Sampai ia ditelan baur gerimis yang menderas
dan petir mengaburkan suara nyanyiannya
Sampai ia lebur pada tiap serpih rintik dan menyatu di udara...

Dan seiring matari yang muncul
dan orang orang yang mulai lalu lalang...
Mr. Rainman, ia hilang....

June 19, 2008

Question of the day

Entahlah.
Ini bisu atau ramai yang ditikan hingga berdarah dan mati

Pengecut!
Terlalu takut memilih,
atau hati terbutakan cahaya,
hingga tak lagi bisa bedakan warna
dan melihat dunia?

Entahlah.
Ini bisu atau ramai yang ditikam hingga berdarah dan mati
atau hati tak lagi bersuara?
tenggelam di siang,
lupa pada mimpi mimpi malam

muak sendiri
terlalu takut memilih
atau jiwa tuli, bising siang memekakkan
tak lagi dengar bisik bayu -
hidupmu mau kemana, cah ayu?

Tak terdengar, tak terlihat
Atau tak berani mendengar dan melihat?

Tak terjawab.

Entahlah.

Ini bisu atau ramai yang ditikam hingga berdarah dan mati

June 18, 2008

-contemplation-

Di Satu kala
lazuardi merona, ungu jingga dan putih pucat pasi
dan hari bersiap masuk ke lembut selimut malam dan bermimpi

Di satu senja
Kala lelah dan laranya adalah rona
dan mimpi, cinta serta rasa adalah semburat cahaya

Di satu semesta
Matahari dan awan
Kala cahaya berdamai dengan kegelapan
dan menjemput harmoni di satu nisbi

Di satu senja
Ia menemukan Tuhan nya..

June 5, 2008

The monday Chronicle

Dua nona kecil
berdandan, mematut diri
memoles sedikit sapu merah di pipi
tertawa terkikik
dibalut rok warna warni
dan sepatu peri

Dua nona kecil
terbang ke negeri pelangi
berlari, kita tak sendiri!
jatuh cinta pada warna yang rasuki nadi

Suatu hari,
Dua nona kecil ingin minum dan menari
hanyut pada musik, tak mau sepi!
nona nona kecil yang bahagia

Dan musik mengalun ribut!
Dentam sedikit membutakan, dan mereka tertawa
dua nona kecil, minum dan menari
Tapi udara jadi diam saat ia lantunkan lagu
dan jantung sekejap berhenti :

Sang penyanyi
membius hati dengan tatap
mencuri hari dengan sedikit senyum
dan rasa jadi ada:
dua nona kecil tersipu
tak punya nyali untuk sedikit saja mencuri pandang lagi

Dan sang penyanyi, sembunyi di satu bayang
menyadarkan dua nona kecil :
Hati masih belum mati
'

May 28, 2008

Note on a white chocolate and him

Sekeping coklat putih
yang dulu hanya membeku, duduk manis di satu sudut kulkas
Diambilnya, digigit sekeping
manis, katanya
sambil berkata,
kurasa aku jatuh cinta lagi
pada sekeping yang dulu terbuang dan terlupa
Ternyata ia, manisnya masih sama
[baru sadar sekarang?tanyaku dalam diam]
Katanya sambil menikmati rasa

aku senyum saja.
Tak berkata-kata.
[atau mungkin tak bisa]
Karena sudah terlalu lama luka
[dan coklat putih beku tak terlalu enak dimakan lagi]
toh ditinggal terlalu lama
lalu kini datang dan bilang cinta?

Tidak.
Tak bisa.
[seharusnya ia tak jatuh cinta]
apa coklat putih bisa meleleh di mulutnya?





[Lagipula, kenapa harus coklat putih?tak jelas. coklat ya coklat. putih ya putih.....Sama seperti rasa yang kini baur dan kau bilang kau jatuh cinta lagi. Lagi. seperti menemukan seongok coklat putih yang dulu kau bilang tak suka lalu kau tempatkan diujung hati, kan?Lalu kini kau bilang ia manis dan kau gigit sekeping kembali. Mana enak coklat yang hampir basi???]

May 27, 2008

Catatan pagi di sebuah Rig

Pagi ini laut seperti menyatu dengan langit. Garis batas horizon seperti tak lagi nyata, melebur dalam satu sapuan kuas biru lembut bercamput putih yang tersipu malu, membaurkan batas antara surga dan dunia. Pagi ini, damai ada dalam sepi yang tak tertemukan tapi diam diam sembunyi ditengah riuh dentam mesin dan teriakan orang yang tak kenal waktu.

Tak seperti fajar sebelumnya, yang menyeruak kuat dengan sinar merah keemasan yang dengan congkaknya berkata : hari sudah pagi! Dan merajut lini agung dari semburat surya yang tak mampu lagi disembunyikan awan..yang mengalah pelan pelan sambil mempersilahkan dian mematut dirinya di permukaan laut dengan sempurna. Dan lautpun memantulkan bayang keemasan yang menyilaukan mata pada riaknya...

Pagi ini, langit hanyalah satu kanopi biru agung tempatku istirah sejenak dari lelah.....






*3rd hand mulu...cape deeeee...kpn gw breakotnya?!?!:(*

May 25, 2008

Lazy Saturday

[ia merengkuhku. Nikmati saja, godanya. Bintang takkan
kemana..For the sky is yours,katanya]


Kerling lintang
yang melintas dulu
pada satu elegi, ia ada lagi,

(Setelah janji yang dulu kupikir nisbi)

Menjelma ke satu masa dimana banyak tawa
Jangan khawatir, katanya
memeluk pelan
hari ini, bersandar saja

Seperti kerlip,
akan selalu ada disana
membakar pelan walau tak bisa selamanya hangatkan

Diam walau tak lagi malam

Jangan khawatir, katanya
sambil duduk disampingku
mengecup dahi pelan, dan meraba nada di udara
hari ini, bersandar saja

Biar surya meninggi
dan kita saling mengambang disini

menghirup hidup, untuk hari ini saja
bercanda pelan
[sambil diam diam mencuri kecupan]
berbaring menghapus penat
dan tak mengidahkan waktu....

Jangan khawatir, katanya
biar surya meninggi
toh ia cahaya

Bintang,
yang diam disana walau kau tak tahu

Jangan khawatir,
sandar saja
Lagipula, sabtu ini langit milikmu....




*untuknya, untuk saat saat bercahaya. terimakasih...*