My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label crocdude. Show all posts
Showing posts with label crocdude. Show all posts

July 25, 2008

A conversation with Furball

[berkata]

Kasihan ia. bertanya apa jenuh itu satu justifikasi?
Jadi ketika arjuna memutuskan untuk pergi
dan berhenti di singgah relung hatinya,
bukannya harusnya kau turut bahagia?




*thx to furball,the center of my sanity when i was down and in the edge*

The Dead Star

Ketika kerlip bintang jatuh tak lagi melintas,

bertanya: apa ini cinta?
ada seperih luka tak terdefinisi
dan satu, atau mungkin dua tetes airmata

atau mungkin cuma terlalu terbuai sinaran
titik nadir yang hadir, lalu dianggap takdir
hanya hangat yang melapisi hadir
yang memutuskan untuk pergi
[sembari bertanya, peri kecil patah hati?]

cuma ingin dan imaji
yang pelan pelan dicekik mati


*kala bintang jatuh tak lagi lewat dan membakar langitku*

May 25, 2008

Lazy Saturday

[ia merengkuhku. Nikmati saja, godanya. Bintang takkan
kemana..For the sky is yours,katanya]


Kerling lintang
yang melintas dulu
pada satu elegi, ia ada lagi,

(Setelah janji yang dulu kupikir nisbi)

Menjelma ke satu masa dimana banyak tawa
Jangan khawatir, katanya
memeluk pelan
hari ini, bersandar saja

Seperti kerlip,
akan selalu ada disana
membakar pelan walau tak bisa selamanya hangatkan

Diam walau tak lagi malam

Jangan khawatir, katanya
sambil duduk disampingku
mengecup dahi pelan, dan meraba nada di udara
hari ini, bersandar saja

Biar surya meninggi
dan kita saling mengambang disini

menghirup hidup, untuk hari ini saja
bercanda pelan
[sambil diam diam mencuri kecupan]
berbaring menghapus penat
dan tak mengidahkan waktu....

Jangan khawatir, katanya
biar surya meninggi
toh ia cahaya

Bintang,
yang diam disana walau kau tak tahu

Jangan khawatir,
sandar saja
Lagipula, sabtu ini langit milikmu....




*untuknya, untuk saat saat bercahaya. terimakasih...*

May 20, 2008

kutakkanpernahsamajikatanpasemua

Kau tahu?
Mungkin kita
hanya satu singgahan lagi
(itupun jika pernah ada 'kita')
Bukan tempat untuk benar benar menepi

Tapi tak apa, kan?
Paling tidak, kita jadi puisi
dari segala melankoli
akan lebih kuat esok hari

Hidup takkan pernah sama, kan?
Dan bersyukur diri
kau pernah menjejak sekali
[atau mungkin dua, tigakali, siapa yang tahu?]
Jadi inspirasi,
dan (sedikit) mengubah hati

Jadi...
ada sesuatu terserak
atau tidak

Aku mulai belajar
untuk tak peduli.

[walau diamdiam doa tetap dipanjatkan
agar ikut melebur jadi sinaran]






*Inspired by a song :for all the girls i've loved before*

May 16, 2008

Countdown

Aneh
Jadi gundah sendiri
mengerut, mengkisut
jaring laba laba yang kelamaan dirunut

Argh! aku tak suka menunggu

Kata mereka,
hati hati
dengan hati

aneh,
jadi resah diri
mondar mandir, tak jelas begini!
ingin mencekik botol waktu
menuangkan saripatinya kepangkuan
hingga mabuk dan habis...


Kenapa juga
melamun dan menunggu
tak pasti..
(atau mungkin ada sejumput rindu?)

Kata mereka,
hati hati
dengan hati






*thx to a friend who said the line to me :)

May 13, 2008

ps: I Love you (not)

Malam
Disindir lagu cinta kemarin sore
sesuatu tentang indah matamu
dan kejora yang kepagian

tersenyum sinis pada diri sendiri
ada galau yang tak bisa dibagi
seperti diri yang terus ingini
mengulang tiap detik dalam imaji

Tapi ada satu sakit tak terperi
tak pernah tahu, setiap kali kagumi indahmu
yang menghilang, seperti samar wangi
yang dibawa angin selatan

bertanya..apa malam lagi lagi
akan membawa ke satu sepi lagi

mereka reka
mengulang rekaman usang
tentang waktu, yang dulu diam diam membeku
dan udara yang meringankan diri, sampai kita tak sadari
satu kecup, satu saja...seperti hening dalam mimpi


ah, andai dulu kita tak harus bangun pagi..


[dan hidup, menorehkan satu pesan tak terbaca.hanya nota kecil, ini bukan cinta, hanya asa yang menggantung saat tiap kali bintang terbit di sosokmu, yang menghilang seperti pias pagi.dan tak peduli]

April 2, 2008

What's so good about good bye?

cuando te vayas, i se que no me amaras mas, como lo hiciste ayer...




mengecup sekali,
lalu pergi
bahkan tak menengok lagi
sudah, tak ada janji
[bahkan ia tak memeluk untuk basa basi]

...sampai jumpa suatu hari...


(padahal tak pernah tahu, apa hati masih ada esok pagi)









[akhirnya cuma aku ngelangut sendiri, terpesona diam-diam dan larut di pedih dan ingin tahu serta rasa yang terlambat, di semua yang tak terdefinisi. Dia bilang, seperti di buku-buku, aku bisa mengagumimu tanpa memiliki. Terlalu sempurna, seperti halnya bintang yang terlalu dekat dengan bumi dan membakar diri, menyinari. Semoga kamu ingat aku, satu potongan puzzle kecil tapi mungkin melengkapi. atau mungkin hanya ironi. hmpfh! sudahlah.. kamu pergi. good...bye..]

March 29, 2008

Pada sebuah pagi

:


Jengah!
Kupikir kau akan berbeda
tak secengeng mereka,
menguntitku diam diam
menodongkan pisau ke nadi
menuding,
menyekat dunia
pertanyakan siangku

hey, aku hanya ingin malam!
dan semua yang diberikannya
(termasuk remang lampu
dan harum nafasmu)

Pongah!
Kukira kau juga
hanya memuja rembulan, dan misterius langit
asap mengepul, wangi cherry dan aksara yang tertawa
mengecup dan mengecap rasa tanpa perlu terbawa
tak ngelangut di satu jalin sempit
tak tersesat disatu labirin bodoh berlabel cinta
(seperti mereka yang menguntit, sembunyi, berlari dan mencariku disana)

Harusnya kau tak seperti mereka, kan?

Gerah!
Cuma bikin muak saja
sejenak memang pernah ada euphoria
karena tak terpungkiri, rasa datang dan pergi
tapi bukan janji janji konyol yang mengikat
akui saja, kita menari dan bercinta
sekelabat seperti senja
menyelami hidup (yang katamu mau kaunikmati)
itu, dan hanya itu
malam, dan hanya kelam
peluk, tak ada yang muluk

Lalu kenapa kini kau mau usik siang?

Harusnya aku tak resah
tapi kau jadi cengeng
tapi kau jadi minta asa
padahal semu, nisbi yang pasti

Katamu kau takpapa
aku pergi,
karena ini pagi.





cuando tu te vayas, tu tend
ras las agallas de decir, yo no te amo como ayer...*
[when you go, will you have the guts to say, i don't love you like i did yesterday ?]





*Inspired by a friend's YM status.

March 28, 2008

[The Shooting Star]



Aku terkadang terdiam menatap bima sakti dari jendelaku. Berharap melebur dengan kerlip. Iri pada cahaya. Jiwa kecil, disindir jutaan terang yang membius. Dan kincir nasib kejam yang seakan tak ada, jadi semu dan waktu bisu. Aku terkadang terdiam, menatap bima sakti dari jendelaku. Berharap melebur dengan kerlip, berharap pada karma, aku jadi satu debu bintang..lebur di sunyi agung sinaran, diam diam mencuri kerling pada sang supernova dan berhenti di kuburan bintang mati.

Dan sang nasib kali ini berbaik hati, padaku yang diledek malam dan ditertawakan kunang-kunang.

[blast! Ia lewat berkelabat!]
[bintang jatuh, ucapkan inginmu!]

(Bagaimana bila...aku tak ingin apa-apa kecuali bintang jatuh itu? )

bisik harap...rapal doa pelan pelan

Dan kerlip menjelma
tepat didepanku...
tanpa memberi tahu.

Dan ia cahaya
Dan ia ada, (Padahal kukira ia cuma dongeng belaka)
Mengecupku lembut,
memeluk hangat di satu buai sinaran
Menyentuh lembut, selembut rahasia

Dan ia berbaring disampingku,
menggambar padang bintang di langit langit kamar
lalu tertawa,
dan mencumbuku di satu sunyi
tak terdefinisi
Ia:

Dan ia bernyanyi
Irama yang tak didengar,lirik yang sesumbar
Andai ia tahu inginnya kucuri nada
Ngelangut di hangat sinar matanya, di lembut bibirnya

Inginnya kututup kelambu,
segel waktu
biar gelap, hanya ia yang menyinari
biar tak ada esok, cahaya bintang tak terganti mentari
bintang jatuh tak harus pergi

Tapi ia cahaya,
berkelabat masuk,
mencuri jiwa
lalu pergi seenaknya...

Dan ia cahaya....
Tak terepih...

Dan ia cahaya,
harap yang dikabulkan...

Bintang jatuh
melesat cepat
tak singgah lama di bumi
tapi ia cahaya,
jejaknya sengat, bakar hati
lalu hilang
dan gelap lagi

Katanya,
Kenang setiap detik terang
ia mutiara, simpan di peti harta karun kecilmu
yang kau intip diam diam saat gelap meyerbu
dan kau lupa seperti apa hangat lembut cahaya
yang mengecup kening saat lelah menyerang

Ia, cahaya...
Bintang jatuh
hilang
pulang

Aku (masih) terkadang terdiam menatap bima sakti dari jendelaku..Berharap jalinan ulir takdir meleburku dengan kerlip. .seperti yang diam diam masih kusimpan erat di kotak rahasia sudut mati jiwa..



(Agar tak cuma ia yang cahaya...)