My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label nonakecildua. Show all posts
Showing posts with label nonakecildua. Show all posts

March 28, 2009

Dreamy Mumble#1

Berpusing di satu mimpi warnawarni tentang gulagula pink dan belati. Ah biar semua kilat cahaya itu mendesing! biar baur semua batas nurani - aku senang sedih sendiri dengan candu kuhirup dalam dalam sampai rasanya mau mati.

[mungkin memang pantas tersakiti hingga nanti tersadari betapa lelah diri ini terus menerus memar dan berdarah]

"PLAK!"

Nona kecilku menamparku. Hingga hilang semua bintang dan bulan angkasaku yang berpilin ditengah asap memabukkan dimana aku menagis tertawa tersenyum merapal semua sendiri. Ah nona kecil jangan bangunkan aku, biar saja aku bodoh dan menistakan diri untuk sekedar sedetik mengecup wangi nektar abadi dari semu jemu asmara. Ah nona kecil biar aku membodohi diri sendiri hingga tak sadar betapa sering si belati menyayat nadi [atau aku mungkin sadar tapi tak mau tahu?] hingga tak lagi merasakan sesak yang memburu dan merengut nafas tiap kali satu keping sabar diri terinjak lagi [ ah bahkan aku akan diarak kelilingkota dan dirajam dengan hinaan - pembohong besar!] dan lagilagi menarik nafas dalam dan membiarkan satu bulir darah tertetes pelan dari sayap usang yang tercabuti. Cukuplah segala dongeng peri, memang kenapa kalau aku hanya ingin disayangi? Walau itu berarti lagilagi tersenyum menahan perih [sampai kapan mau begini, hardik si nona kecil yang terdengar samar mencuri paksa masuk mimpi] Ah aku yang jadi lupa rona merah di semangkuk ceri..

"PLAK!"
"PLAK!"

Nona kecil menamparku berkalikali malam ini...kala aku ngelangut menghancurkan diri di setiap hirup bulir candu bernama mimpi. ah memar biru menyadarkanku pelanpelan bahwa hati ini masih ada tanpa harus ikut menghitam...bahwa diri masih layak mencintai tanpa sakit menyakiti.. Ah kata nona kecil sayapku masih bisa hingga ujung bianglala. Ia percaya. Mengapa aku malah purapura sayap itu tak ada dan menggarami luka?






" Idiot! When will you wake up?!"




*Nona kecil...terimakasih untuk membangunkanku malam tadi*

February 22, 2009

untuk sang nona kecil..

Psst...

nona kecil, jangan sedih lalu meradang
mungkin hidup tak melulu curah sinar mentari terang
tapi kutahu dibalik punggungmu ada payung kecil yang siap terkembang
karena kaubaca di awan mega ada satu badai hujan datang..

nona kecil, jangan bersedih saat jalan ini harus jadi akhir lagu
mungkin setapak ke kastil awan tak ada lagi, dan sejuta nada cinta semu
yang ternyata ilusi tak terepih menggores sembilu
luka sayat diamdiam, kutahu kau mulai matirasa, mengelu..

ah nona kecil, hapus itu resah
tak pantas dunia melihatmu merasa kalah
karena ini cuma dunia aneh serbasalah
dan lagilagi ini cuma takdir kejam yang memutarbalikkan kisah
dan kau mentari, jadi acuh saja semua yang buatmu berkesah!

Masih ada bianglala yang manis gulagula sehabis badaimu
dan sejuta wangi tamanria dunia yang membuka lengannya merengkuhmu
ah nona kecil, di dunia kacau ini haruskah kita ikut gila?

di satu cerita penuh purapura dan topeng fana
semoga berakhir, karena ini bukan kompetisi siapa yang bertahan
siapa yang tertikam
atau nyata mana yang dipertahankan
walau sejuta terkuak, berdiri sampai mengejan
semua benar dan bohong, bilur kepul asap tak jelas buram
semoga berakhir karena ini bukan satu pertandingan
dimana kau menahan semua molekul pedih untuk mengalahkan

Bukan, ini tentangmu dan kerangka hati rapuh yang dijaga
serta mimpi dan cinta, gaunmu yang harusnya tak ternoda
maka nona kecil, jangan jatuh dan terluka...

kau masih saja berlari, dibalut gaun nurani warnawarni
hingga titik tebing itu, haruskah berhenti atau terbang memaksa diri?
ah jangan pergi...

nona kecil,
jangan bersedih, ini kubuatkan satu puisi
agar bisa ia lihat : kau tetap sang nona kecilku yang manis tak terperi
tak pantas memar, disakiti ataupun terlukai
seperti kutahu kau tak ingin sanubari siapapun sedih terbebani

maka nona kecil, kutahu pada kuatmu kau kan terus menari
setelah menghapus setitik airmata yang dibawa hujan
masih saja kau akan riang pada senandung hari

karena kau,
sang nona kecilku...





*Dedicated to nonakecil2ku yang teramat kuat dan tidak jatuh*

February 18, 2009

the feast of fake fool...


....now it's time to go
curtain finally closing
that was quite a show.....



badutbadut muka menor menari kesanakemari
di tengah tawa dan riuh kenapa hati sepi?
juga tepuktangan yang entah untuk apa
senyum lebar yang menyakitkan, ah...
atau semua palsu, meleleh riasan
menyembunyikan airmata ketulusan?
di relung dalam dimana terkoyak semua itu topeng
yang ada hanya ceruk berhati bopeng
ah...luka dan semua koreng!

sirkus riuh hidup dan macan yang lewati api
cambuk itu, adakah untuk keajaiban butuh sedikit sakit dan pedih
atau mungkin bila tak terdera, takmungkin kita melompat
hup! lingkaran keajaiban menyala, atau seharusnya tak kesana?
berloncatan di trampolin
dan berayun, seperti hidup dan rasa tak kasat
yang diamdiam menyesak menyublim

ah semua tertawa
semua senang
atau hanya melarikan diri
dari belati di depan nadi?

lukaluka, lupakan saja!
bersenang gembira
sebelum hidup menyuruh lacur
terjun ke tebing, bebas jatuh meluncur...

ah semua fana...

ah semua luka


...very entertaining..
but it's over now
go on and take a bow...





*winiyangyangmembencisandiwaraapalagidrama*

June 5, 2008

The monday Chronicle

Dua nona kecil
berdandan, mematut diri
memoles sedikit sapu merah di pipi
tertawa terkikik
dibalut rok warna warni
dan sepatu peri

Dua nona kecil
terbang ke negeri pelangi
berlari, kita tak sendiri!
jatuh cinta pada warna yang rasuki nadi

Suatu hari,
Dua nona kecil ingin minum dan menari
hanyut pada musik, tak mau sepi!
nona nona kecil yang bahagia

Dan musik mengalun ribut!
Dentam sedikit membutakan, dan mereka tertawa
dua nona kecil, minum dan menari
Tapi udara jadi diam saat ia lantunkan lagu
dan jantung sekejap berhenti :

Sang penyanyi
membius hati dengan tatap
mencuri hari dengan sedikit senyum
dan rasa jadi ada:
dua nona kecil tersipu
tak punya nyali untuk sedikit saja mencuri pandang lagi

Dan sang penyanyi, sembunyi di satu bayang
menyadarkan dua nona kecil :
Hati masih belum mati
'