My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

September 6, 2010

me chicken

Kadang terlalu bising desing ditelinga dan mimpimimpi buruk bersliweran, sejuta tanya sejuta ragu sejuta curiga sejuta sedih sedjuta andai ah tak berguna!Sudah sudah, pasti kau akan berkata tak ada yang perlu dikhawatirkan kini, karena kita sedang berjuang berjalan menapaki hari. Jadi pikirkan yang indah saja, katamu pasti begitu, karena nyata sebenarnya adalah apa yang kita percaya, bukan? ah saat sejuta tanya membentuk awan yang menghalangi pancaran mataharimu entah kenapa aku mengabu. Tolong..aku ingin dipeluk lagi, diyakinkan berkalikali bahwa kau tak akan pergi, tidak seperti semua yang terdahulu. Diyakinkan bahwa apa yang kita punya tak akan mati, tidak seperti semua rasa yang dulu pergi. Ah aku takut atau aku pengecut? Aku hanya ingin menjaga akhir kita bahagia, tak apa apa, pasti katamu. Ah sore ini aku jadi sendu cengeng sendiri, persetan itu melankoli, aku meruntuki. Hanya ingin dipeluk, erat sekali... Karena aku tetap tahu kamu: belahan hati yang tak pernah sedetikpun berpikir untuk pergi.

The Spinning Wheel

Awal adalah ragu yang membulat jadi tekad
untuk merajut pintalan cerita di roda masa..
lihatlah, awalnya jemari tertatih,
berdarah tertusuk jarumnya

[Aku yang tak yakin pada diriku sendiri
dan kau dengan sejuta beban di pundak..]

Tapi masih saja kita memutuskan untuk melebur dua jadi esa..

Hey, lihat kini kita berputar seiring hari,
dalam warna warni benang pelangi
dalam rutin ritme melodi rintik sinaran
dalam pola yang kita lukis dengan jelujur pengorbanan
dan akan semakin terbiasa kita..

Dengar bunyi sulur menenun asa
yang ditasbihkan air mata dan doa,
agar kita bertumbuh dan semakin menguat
agar cinta terjaga dan janji (suatu hari) terucap

menenun cerita akhir,
memintal benang warnawarni takdir
merajut dua hati menjadi satu ukir..
[kita percaya]
akan kita jadikan ini indah..
akan kita temukan sempurna pada semua sederhana..

dan pada waktu,
kita akan terus menunggu..
kita akan terus melaju..
hingga akhir,
hingga takdir..

September 3, 2010

The answer [for the question I asked last night]

Bersabarlah..

Karena sekarang hanya itu yang kita punya
dan sebentuk cinta yang hati hati dijaga
dan sejumput asa yang membakar nyala
memberi nafas dan menerbangkan balon udara kita

Bersabarlah..
Karena mungkin kita bukan awal cerita
walau kita adalah tautan kepingan yang dulu hilang
tapi kita telah berikrar ini akhir yang harus diperjuangkan
harga telah dibayar, dan pengorbanan telah ditorehkan

Maka bersabarlah, jiwa..

kita pernah melalui hari tak bermatahari
saat mega hitam menguasai dan semua ceria mengabu
dan hujan menerpa, bayu mengobrak abrik pertahanan, dahulu
kita pernah berdiri ditengah badai, terpisah jarak waktu
sampai sum sum diri membeku, dan hanya bisa saling menguatkan
kita pernah tidur di malam malam tanpa harap
dimana nampaknya air mata , peluh rapuh jiwa lelah menangis mengaduh
dan kehancuran pada sedih hanya satu inchi didepan mata
Kita pernah disana..
Hingga bisa kita lihat ada selukis pelangi
Hingga maya kita jadi nyata
kita tetap ada dan selalu ada..
kita baik baik saja, dan selalu akan baik baik saja..

Jadi berhenti mengeluh dan tersesat di labirin mimpi buruk,
karena apapun itu yang menghadangmu,
tak ada yang perlu dikhawatirkan, sayangku..

Bersabarlah, ya..
ini hanya satu lagi hari,
ini hanya satu lagi elegi..

Kita akan menjaga akhir kita,
kita akan sampai disana..

Bersabarlah..



for I will, be patient..and always try to be...

September 1, 2010

If I die tonight

Jika waktuku habis malam ini..

Mungkin aku
bukan si sulung yang selalu kuat dan membuat bangga
bukan kekasih yang sempurna
bukan sahabat paling setia
bukan hamba yang tak berdosa

Mungkin aku
terjatuh berkali kali
menyakiti berkali kali (dan aku memohon maaf untuk itu)
tersuruk luka berkali kali
mennangis berkali kali

Tapi aku telah hidup dan menapak jejak
terbang, tetap terbang dengan beban di pundak
memilih untuk berjuang dan mencinta
dan tertawa, menemukan damai, jadi aku baik baik saja..


Jika waktuku habis malam ini, kupinta satu saja..
tersenyumlah, untukku..

itu saja..


*inspired by If I die tonight - too phat*

August 30, 2010

There, there...

sudah sudah..
biar kudekapkan teduhku, agar kau tenang
biar kuendapkan amarahmu, agar kau tak bimbang
biar kuredakan badaimu, agar semestamu riang
biar kubekap sejenak ruangmu, agar ramai cacimaki dunia terhenti
dan yang perlu kau dengar hanya alunan suara nurani

sudah sudah..
carut marut dunia luar sana biar jadi aksara yang mereka eja
apa daya , kita pun masih tertatih terbang, menguatkan dan berjuang
jadi biar saja dunia meracau sepi, kali ini mari benahi sayap kita sendiri..
karena luluh seribu topeng kala mata kita bertemu pada niskala

Sudah sudah..
Ingat kini: kau tak sendiri



untuknya,yang selalu bisa meredam semua amarah :)



August 27, 2010

Twinkle Twinkle Little Star on Violin

Sulur rasa yang berkelindan, mencoba meraih bintang kecil

Mengalun nada dari dawai biola

Menjelujur, bertumbuh dan mekar

Lihat di tiap pucuknya ada kerling sinar

Lihat lebih jeli, akan kau temukan sejuta memori

Menitik gerimis, ada melodi lagu tentang tawa-tangis-peluh-ego-kasih yang mengalir

Hangat membuat sejuta sedih mencair Mengalun, mengerlip..

Lihat, sang rembulanpun berkedip!

Menelusup lewat sela jendela kamar

Menumpang senyap sang bayu, beresonansi ke langit utara

Dan menghangatkan udara lewat dekap

selaksa makna dan lembut hati dan rasa menyuara…



Kerlip..kerlip bintang..


Simplicity

Sentuhan hangat kala dingin dunia memunggungiku,

Sesederhana itu..

Sesuap harapan untuk jiwa yang dibuat kerontang kala realita kian kemarau

Sesederhana itu..


Meraih tanganku dan merengkuh rapuh

Menyentuh intiku pada satu pinta : mari mengangkasa bersama

Sesederhana itu..


Ada kala hampa,

Diam disana, mendengarkan

Diam disana, menghangatkan

Diam disana, menguatkan..

Diam disana, mengajakku berdoa..

Diam, dan aku yang menyelam ke birumu

[karena di tenang danau matamu, damai terdefinisi jadi satu simfoni]


Kau : sesederhana itu


August 16, 2010

On Our Way Home

dan jembatan terbakar dibelakang sana, masa lalu yang terserak

kau berhenti sejenak..
menghapus airmata dan pedih kepul asap
berdoa agar perih dan luka cepat terserap
berganti pucuk hijau baru, jadi ia bahagia..

dan kau yang kehilangan satu sayap dibelakang sana

adakah kau kini mengusap tinta senyum menutupi sedih amarah luka dibaliknya?
adakah malammu gusar oleh bayang hantu sesal?
adakah rapuh hatimu tercungkil satu satu?

lihat aku yang akan selalu menghampiri tepekurmu..

biar kubasuh bilur perihmu dengan asa yang tersisa hati
yang walau kecil tapi tak pernah berhenti mencintai
dan kemarilah, biar pundak ini menggamit pundakmu
dan letakkan sebagian beban sedih pedihmu di bahu ringkihku
ia ringkih tapi setia menemani, bersama menahan berat semestamu yang membiru..

tak perlu katakata untuk tahu rasa yang ada
dekap, dan mari tenggelam pada hangat yang suatu hari mungkin berubah jadi nyala

nyala yang menyembuhkan,
nyala yang membebaskan..
nyala kala ada nanti kau meminta..

maka untuk saat ini,
izinkan aku mengaitkan jalinanku

dan dengan dua separuh , kita mengutuh...
dan dengan izinNya kita mencoba mengepak
mengatasi takut sesal dera resah risau berdetak..
mengatasi kepul kabut dan menunjuk bintang kita -
menemukan jalan pulang di tiap sejuk oase pandangan mata..

izinkan aku menggenggam hatimu hati hati
izinkan aku belajar menjadi sparuh pasang sayapmu..
izinkan aku mencinta..