My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

February 27, 2012

I grew tired,
of fighting with myself
.

I'm exhausted

Maybe,
You can save me?

February 23, 2012

The regulars (of Irregularity)

Aku sudah terbiasa
Dengan setangkup roti di awal hari
sembari kau menyapa, selamat pagi..

Aku sudah terbiasa
Membagi siangku denganmu
bersendau, berkeluh, dan mendengar suaramu

Aku sudah terbiasa
Dengan rentang pelukmu yang menyambut 
Hangat dimana semua lelahku akan melarut..

Ah, aku sudah terbiasa,
Dengan caramu menarik senyum,
yang selalu menular

Dengan wangimu
yang memenuhi relung

Dengan dekapmu,
Ketika aku tak yakin akan semua
dan kau yang berkata,
"kita akan baik-baik saja"

Aku telah terbiasa,
pada semua tentangmu,
dan sangat terbiasa,
pada hal-hal indah
yang sama sekali bukan 
hal yang biasa-biasa saja.




M, lagi lagi rindu menguasai, hari ini. Aku terlalu terbiasa dengan adamu. Hati-hati di jalan, Cepat pulang dengan selamat ya :)

February 21, 2012

(How it feels to be) on your shoes..

Oh, I'd love to be you,

Terdengar sebuah keluh, 
ketika sepasang sepatu flat ungu
Baru diletakkan di rak sepatu
Setelah dipakai sehari penuh oleh gadis bermata sendu

Mengapa begitu?

Tanya si sepatu ungu
Setelah ia tahu 
Yang berkomentar adalah 
si cantik Stiletto mahal keluaran terbaru 

Aku bosan di rak seharian,
hanya jika pesta aku dikeluarkan
sehabis itupun si gadis selalu mengernyit kesakitan
Ah, apa gunaku jika hanya untuk pajangan?

Ah, miss Stiletto merah menyala
Ternyata ingin berguna dan melanglang buana
Bukan hanya ke sekedar club, resto dan tempat pesta
Ternyata tak hanya ingin jadi cantik saja,
Ia ingin jadi lebih berguna

Cih, tak tahu bersyukur kau!
Sudah bagus kau cantik begitu
Tak perlu sedikitpun kena tanah, lumpur debu
Belum tahu kau, betapa ganas dunia untuk sebuah sepatu
Terpapar kotoran, menahan kerikil dan menapak batu

Suara hardikan terdengar,
dari sepasang sepatu steel toe berkulit kasar
ini dia, si safety boot yang bersuara gahar
Mencemoh (dan diam-diam iri) pada stiletto anggun yang selalu bersih bersinar

Si sepatu flat ungu, yang mulai mengusam
hanya bisa tersenyum masam,
melihat ke bahan suede ungunya yang mulai buram 
(serta sol alasnya yang menipis, ah ia mulai geram)
menangisi kerapuhannya diam-diam

Ah, Andai saja, 
pikir si sepatu flat ungu yang murung
aku sekuat si sepatu steal toe,
dengan semua lapis pelindung
Tak akan lagi aku mengaduh saat tersandung 

Waktu Untuk Merindu : Bukan puisi


Banyak waktu yang kita punya, dan telah kita lalui
Dalam setiap helaan nafas kita
Sejak terbangun dari lelap, dan kembali ke peraduan

Banyak rindu yang kita hela di setiap nafas hidup ini
Entah itu pada sahabat, orang tua,
sebuah tempat penuh kenangan
atau bahkan kekasih tercinta

Nikmatilah waktu,
Rasailah rindu

Manfaatkan waktu,
Sesekali untuk mengungkapkan rindu.



Diatas bukanlah puisi saya, melainkan cuplikan dari buku 'Waktu untuk merindu'. Ini adalah kumpulan prosa pendek dari NBC Balikpapan yang bisa didapatkan di nulisbuku.com., dimana saya termasuk salah satu penulisnya. Salah satu karya saya di buku ini adalah bentuk prosa dari puisi di blog ini yang berjudul 'The Death of Sleeping Beauty'. Selamat menikmati!

Tabik!

ps: buku ini adalah salah satu hadiah ulang tahun saya untuk diri saya sendiri, dan untuk dearest M, yang membuat 13 Februari kemarin menjadi hari yang penuh kejutan bahagia dan tawa. Yes, I am old(er) now, and I am grateful for every second I live.  :)

January 25, 2012

Pitstop

Stuttered, 
unuttered.
These feeling,
stays unaltered.

And I lose my breath
Thin air got caught up in my chest
I think I've just exhausted myself
And those words, oh those words are deaf..

Rely on promises, no more
These sweet premises taste sore
And when running seems so exhausting,
holding on to a make-believe, is agonizing

It is.
stuttered, 
unuttered.
But,
these feeling,
stays unaltered.

January 19, 2012

Saat Melarung Lara

...Dan kuharap pada hari itu, pada pagi itu, akan dapat kusampaikan ini padamu.

Pada semburat pagi, manusia dibuat lupa pada mimpinya semalam. Terbangun dan mulai berjudi dengan nasib. Bermain pada aturan, menimbang untung rugi dan petak umpet dengan perasaan sendiri.

Pada semburat pagi, manusia terbangun dari selimut nyaman dan segenap lara lama dan hantu masa lalu mulai menyergap. Terwaspada dan menjalani hari dengan hati yang diam-diam tak percaya demi menghindari luka.

Pada semburat pagi, manusia terburu-buru pergi. Mengadu untung rugi dengan hari, sampai lelah dan kadang lupa jalan pulang. Mengutuki rutinitas dan semua ketidaksempurnaan, dan mengais-ngais alasan, mecari suluh lentera di ujung gelap terowongan.

Pada semburat pagi, hari ini

Aku berhadapan denganmu.

Seseorang yang membuatku hidup, melupakan semua intrik aturan, untung-rugi permainan
Seseorang yang membuatku seketika tahu bahwa ia adalah keping puzzle yang diciptakan untuk melengkapi
Seseorang yang membuatku mendengarkan hati dan jujur pada perasaan sendiri
Seseorang yang membuatku kembali percaya, bahwa aku pantas bahagia

Seseorang yang tak sempurna, sama sepertiku,

Seseorang yang membuatku berkata "Ya" tanpa sedikitpun bimbang dan gamang.

Pagi ini, aku tahu, tanpa meragu.

Kau menunjukkanku jalang pulang, ke hatimu.

Pagi ini, saatku melarung semua lara
dan menerima uluran tanganmu,
untuk bersama.


Someday, Someway, Somehow, M :)

January 16, 2012

Rainy January

I can see clearly now, the rain is gone..

tanyakan pada kelabu pucat awan,
mereka akan bilang,
"keraguan dan ketakutan 
tak akan membuat 
surya terbit menyibak mendung"

tanyakan pada hujan yang membadai
rintiknya niscaya akan berkata,
"keraguan dan ketakutan
tak akan membuat
deras mereda"

tanyakan pada deru angin
yang berpusar kencang
hembusnya akan bercerita
tentang hantu yang ternyata kau buat sendiri
yang bernama takut dan ragu
melahirkan tornado yang memporak porandakan hati,
dan gulana yang membadai tak henti
mega hitam menyelimuti pandangan

I can see all obstacles in my way..

dan percayalah..
Sederas apapun hujan membadai,
percayalah,
matahari tak pernah ingkar janji
menyibak semua ketakutan
dan keraguan yang menggelayut
di pelupuk mata..

Hingga terlihat jelas :
Nyata.
Semua rintangan,
Semua perjuangan,
Semua yang benar benar ada di depan mata.

Gone are the dark clouds that had me blind..

Dan pada akhirnya, sadarlah..
Pada sabar tiap langkah yang terlampaui
Percaya yang terpahat dalam hati,
Kini,
Dan nanti,

It's gonna be a bright, bright, sun shinin' day..

December 28, 2011

Carry on!

Satu, Dua..
Sejenak, pejamkan mata
Tiga , Empat..
Ada hangat peluk yang mengerat
Lima, Enam..
Dan perlahan, kau jalinkan genggam
Tujuh, Delapan..
Membisikkan padaku sejumput nada masa depan
Sembilan..
Sambil berdoa, sekali lagi di pucuk waktu kugantungkan harapan
Sepuluh..
Tahu aku sedari awal hitungan 'satu', hatimu adalah tempat kulabuhkan sauh..


Menunggu kini. Bukan berhitung mundur, karena tak pernah sekalipun kita melangkah mundur. Tapi berhitung maju, menapaki anak tangga satu persatu, mempelajari tiap hikmah dan makna pada tiap langkah maju. 

Dan aku lagi-lagi tersadar: Waktu mengajari dan mempersiapkan kita untuk nanti, untuk saat dimana tiba kita di satu perhentian tempat mengaitkan janji. Ia mengajari kita untuk bersabar, dan tidak pernah berhenti menyalakan suluh harap sambil berjuang. Pelan pelan saja melangkah, hati-hati dengan hati, katamu. Karena semua yang diracik perlahan dengan penuh ketelatenan, pada akhirnya akan lebih bermakna daripada semua yang sekedar instan. 

Dan kini seiring derap ke depan, menanti satu momen kecil yang mungkin bagi dunia tak berarti, tapi bagiku menimbulkan sejuta kupu-kupu yang berterbangan di perutku.