My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
Showing posts with label bintangbiru. Show all posts
Showing posts with label bintangbiru. Show all posts

March 28, 2009

I dont know what I can save you from....

Persetan dengan bintang biru!

Apa jika ujung ujungnya terlalu tajam dan menghunus belati ke tiap detak nadimu? ah kau yang membuat dirimu nangis sendiri, ah kau yang dengan bodohnya tenggelam pada sunyi.. berharap suatu hari semua luka tertutup bila terus tergarami. Sudah biar saja tersenguk tersayat tersesak sendiri toh katanya kau pantas dirajam ah takkah rasa kau masih berjiwa! Apa semua pahit bila redup tak terjamah dan makna jadi tak ada, tak usah saja sekalian pada keabadian terukir nama galaksi! Persetan dengan semua mitos dongeng happy ending, bagaimana bisa kesana jika jiwa tertatih luka?



Maaf...
Tapi persetan dengan bintang biru.

Atau pantulan bulan. Atau reaksi fusi mentari. Atau ledakan supernova. Atau membekunya energi. Persetan dengan semua rima manis dan kisah yang malah tragis. Persetan dengan keakuan, keengkauan dan kekitaan. Kau mulai tak percaya nadi ini ada untuk menghantar detak osilasi nyawa dan bukannya untuk didera. Ah bahkan kau tak tahu dari apa kau meyelamatkannya. Atau cuma menyemat lagi satu tanda mata? Maaf untuk memaki, hasrat ini redup. Sekhayal bintang biru sialan yang berputar diorbit semesta dan menandaknandak meminta jatah jadi jumawa, ah ia memang pusat semesta jadi mau apa?


Katamu,
Mau kamu, bintang biru..



Persetan dengan segala mau dan mimpi - toh nantinya cuma atom labil belaka saja, atau lebih buruk, dikira dusta?!?!?! Jadi sebaiknya diam saja, segel itu esensi kata dan tak usah bicara. Oh, lebih baik lagi, mengapa tidak membekap mata seperti gandhari, dan oh akhirnya melahirkan ribuan raksasa? Ah itu benci yang menggeliat atau rasa percaya gelap yang terkikis semua sebab chaotic entah apa. Jaid jangan lagi bilang mau bintang biru! Persetan semua itu!




Tetap saja....
Kau kata:
Mau bintang biru...




[sementara ia. bintang biru.tak ternyana]


*karakter bintang biru adalah copyright dari dicky.

January 31, 2009

bye bye blues...

[Biru berkata pada dia]

Dan ini caraku :

merepih sosokmu dari jauh dan aksara namamu yang tak mampu lagi kuucap
memimpikan sinar matamu dari maya yang disana kuletakkan semua maaf

tak nyata...
tak bisa...
[saat kau memutus kelindan rasa.]

dan biar rasa ini kuendap sendiri, wahai dirimu, yang di pelupuk malam ingin kubersimpuh pelan membisikkan sejuta sesal melepasmu, wahai kau, yang kini berpaling dan tak menengok ke belakang.. Kau pergi dan membenci diri, maka biarkan aku meyalahkan sepi dan meruntuki janji. Dan rela kutukar sesisi dunia dengan satu rona bahagia di sinar matamu, kau tahu itu.. Cabut jantung ini - kalau itu bisa menukar luka! [walau tak pernah mau kau tengok luka tersayat kala belati sedikit kau goreskan - tidak, kau bahkan tak harus meminta maaf untuk itu]

Maka kini :

biru langitku saat kau bilang kau terbang
dan jika ia ada, selalu untukmu pada selaksa jiwa...
maka kugantungkan harap dan terimakasih untuk membolehkanku (pernah) mencinta...

karena kasih ini, kau tak tahu ia akan terus berima, walau kuendap di ujung kata..
karena ini, damai nirwana sudah hinggap di jiwa :

yang lebih tenang dari janji janji maya
dan desakkan cerita dan hati tak terima telah menemui ajalnya...
tak akan kautemui aku yang merana,
tapi tersenyum pada kepak indah sayap ramarama milikmu, cinta...
yang terbang mencumbunya...

ini kasihku, ia bicara...dengan caranya sendiri.
lebih dalam dari yang kau tahu, ia kenangan pada sejati
ia lembut damai yang kupunya tanpa harus memiliki
tapi doa, untuk satu cercah cahaya bahagia di lentera hatimu, wahai yang tak termiliki..


Maka kini, tak perlu kau tahu

Dan ini caraku :

mencintaimu



*Dedicated to 'biru', yang mencinta 'dia', hingga ujung asa...semoga kalian berdua bahagia :)*

December 18, 2008

And when...

Dan kala kau terbaring takberdaya di rengkuhnya...
melihat keabadianmu terukir di pias kerlip matanya
merasakan denyutnya di nadimu
dan tangisnya di pelupukmu
menghela nafasnya di paruparumu
dan bahagianya di hatimu

Dan ketika ia, satusatunya yang bisa kau imajikan dalam sejuta bayang wanita di dunia
saat menyadari bahwa kau rela berlutut di hadapan maut
untuk mencurinya dari semua kesakitan
saat mentasbihkan kata cinta yang bukan terbuang percuma
tapi doa yang terapal untuk selalu mencintainya
dan hati yang pada hatinya, tertaut

Dan dengannya, berjalan di tebing terterjal menjadi sedikit lebih tidak menyakitkan
Dan hutan hujan di mimpimu menjadi sedikit lebih hijau dengan tawanya
Dan melangkah disampingnya adalah mengarungi nyata pagi dan mimpi malam
ketika sedikit bumbu kegilaan terasa berarti untuk manis kecupnya
dan kau rela menikam waktu dan jarak untuk sekedar tahu
bahwa ia masih bisa tersenyum, dan merengkuhmu


Dan saat itu,

Kau mencintainya.