My blog has moved!

You should be automatically redirected in 6 seconds. If not, visit
http://balonwarnawarni.wordpress.com
and update your bookmarks.

expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

July 28, 2010

Waiting

dan larutlah gelap di batas horizon..
dingin terseduh di relung, meyesap kosong
lagi lagi detik berkhianat, kenapa ia lambat?
aku mengeluh pada jam tangan dan waktu yang merambat

kantuk lelah ini, menunggu terajam
mengutuk hari yang memenjara kita pada osilasi menjemukan
pada malam kita temukan satu kebebasan, bukan?
aku yang bermimpi tentang rasa pelukan
dan hujan gerimis menjelma kecupan

tak ada yang salah, hanya kita dan tumpukan kertas
kerdip layar yang menuntut, tak mau diduakan
ah, cepatlah, cepatlah datang
jemu ini mulai mengelam,
mengasapi pelupuk yang tak lagi pintar berimaji
cepatlah, cepat datang..
karena kau: pemutus sekat yang mengikat
dan pada binar matamu semua lesu meleleh jadi rindu yang pekat..

periodik

dan pada lingkaran semesta
kita runut jejaknya..

Lagi lagi kita berputar pada siklus cinta-asa-rindu-ego-amarah-rindu-asa-cinta
seperti samsara yang rantainya tak terputus dan melingkari jiwa
dan lagi lagi kita berpusing, tertawa, menangis, berteriak, mengaduh, tersenyum..
dan lagi lagi kita berpeluk, berjuang, berlari, terjatuh, tertatih , berayun..

Pendulum menggelayut pada abadi
dan kita terus kembali ke titik saat jemari tertaut pertama kali
dan kita terus kembali ke titik saat sesak dan perih menguasai
dan kita terus kembali ke titik saat peluk menyelesaikan semua
dan kita terus kembali ke titik saat kita remuk redam tapi tetap percaya
dan kita terus kembali..

bawa aku ke awal yang adalah akhir..

July 26, 2010

Welcome home

..Dan sayap itu menutup pelan
menyisakan kita yang terbuai di tengah lembut lembayung..

saat tiap inci jarak menjadi tak tertahankan
saat tiap getar sel adalah keajaiban
saat tiap rindu mewujud buncah rasa tak terkatakan
saat tiap aksara meresap , menitik pelan

Hei,
Lama tak berjumpa bukan berarti meniada
bukan hanya rindu yang menua
sepi yang jadi biasa
dan cinta yang perlahan medewasa

Tapak kaki mulai mengapal, lihatlah..
di jejak jejak yang kemarin sore basah di rerumputan setelah hujan
dan senandung kesepian, berpayung sendirian
sembari melirik langit yang sama pada belahan dunia berbeda
berjalan sendiri :kau dan aku adakah lelah?

- dua makhluk bersayap separuh -
sudah cukup bayu membawamu pada perjalanan
dan kini kembali

Ssst, kau mengecup pelan keningku
dan aku yang menggelayut manja di kokohmu
ah, cukup ini : bertemu pada satu nihil dan jatuh cinta
pada samsara, pada narcissus dan bayangannya
sekali lagi, kita berkaca - ternyata kau masih separuhku
dan aku yang selalu separuhmu

sayap separuh yang hanya esa jika dua ada
dan berjumpa,

dan kita yang letih, dan rasa tak terepih
kembali pada sejati, menaut menjalin di satu relung
yang kita sebut : rumah

saat kita tertaut, dan seinci jarak menjadi tak tertahankan
saat tiap sentuhan menjelma keajaiban
saat tiap rindu mewujud buncah rasa tak terkatakan
saat tiap aksara meresap , menitik pelan

Selamat Pulang,
Selamat Datang...

..Dan sayap itu menutup pelan
menyisakan kita yang terbuai di tengah lembut lembayung..

Selamat Pulang,
Selamat Datang...

July 20, 2010

Afternoon rain

Tik
Tik
Tik..

[bunyi hujan di atas genting]

atau itu denting?
nada yang menyelinap pelan
berjingkat pelan
lalu menandak riang,

ah hati,
(bisakah hati bersiul?)
karena kini ia bukan hanya gumaman
tapi harmoni yang serupa prelude di kotak musikmu semalam
karena kini tiap bunyi alto perciknya
menjelma gerimis orkestrasi sore
dan pada soprano hembus bayu yang teduh
ia lamat lamat rintik yang jatuh pada rerumput
membekas ,
pelan..
dalam..

tik..
tik..
tik..

[bunyi hujan
mendenting
di hati..]

Lesson learned : lari


Memaksa diri berlari
mengikuti penjuru,
kembangkan langkah
sibakkan peluh
dan rasakan, hembus bayu

Dan perlahan, menanjak..
saat perih letih, berat tertapak
saat luka, habis nafas seakan tersesak
tapi lihat, laju memori bersliweran, riuh mengarak

jangan berhenti..
kita belum terbang, sayang
jangan terserak hati..
melambatlah jika lelah,
berjalan dan menghirup sisa molekul keberanian
hembus semua takut dan hantu kelam
jangan berhenti...

Lari..
hingga ujung tebing terjanjikan...
dan di landainya,
tanpa kita tahu, sayap menguat
dan genggam mengerat..
Lari
dan

terbang...

June 30, 2010

Home

Menemukan jalan pulang
ditengah kepul asap dan abu
aku takut,
tersesat?
atau takut
bahwa rumah adalah cermin sempurna
dan pada bayangan aku melihat belati
membunuh diri...

Bisakah?
menemukan jalan pulang
ditengah puing
dan rasa rindu yang tak tertawar..

Pulang?

run

Berlari
jauh ketepi cakrawala
aku hanya ingin menemukan kaca
tempat dulu kita bercermin
dan terpantul sempurna

karena kini kalbuku memburam
dan bercak hitam itu, ia tak mau hilang
[atau aku yang terlalu taku menghapus noda?]
ah tak lagi bisa kuberkaca
jadi ingin hilang saja..

berlari ketepi cakrawala..
sembunyi sebentar saja
hingga nanti bisa berkaca..

ah lelah, dimana cakrawala?
atau sembunyi di lelap malam
sambil memimpikan hilang
sebentar saja,
di cakrawala..

unravel

Dan noda gelap menyelimuti..
seperti rahasia yang tak bisa dibagi..
aku.

Terdiam di sunyi :
adakah aku masih akan dicinta
dan direngkuh seperti dulu?
Adakah wangi pisang goreng sore
dan hangat pelukan akan tetap tertanam?

Disini gulita
dan aku mengigau dalam tidur
menikam pisau pada ia yang tak pernah ada
(atau nanti kita berpurapura bahwa ada jadi tiada?)
menangis tersedu,
menggapai tangan lembut
ah jauh sekali...jauh sekali..
tak tersentuh, tak teraba
hanya terlihat gemerlap, samar samar dunia kristal kaca
sempurna..

pakai saja topengnya,
biar tak terlihat semua air mata
tak ada nyali juga, bukan?
hanya sanggup bersuara
tapi,
tak berani menatap mata
karena diteduh lautnya,
airmataku kebas
akankah aku masih
salah satu bintang di langit cerah?

ah..
maaf..
maaf ini tak pernah ada
maaf..

dusta terlalu kelam, tapi kadang malam menyembunyikan
seperti racauan pengecut yang sembunyi pada selimut tua jarak
dan topeng kaca yang rapuh, menanti dipecahkan
dan noda gelap menyelimuti
aku: rahasia yang tak bisa dibagi